logo


Demokrat: Dibandingkan dengan Pemerintahan SBY, Rezim Sekarang Banyak Mengalami Kemunduran

Kamhar menyinggung era pemerintahan Presiden SBY

5 April 2022 13:34 WIB

Kamhar Lakumani
Kamhar Lakumani Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo belakangan ini memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menyebut hal itu menegaskan bahwa Jokowi tidak mengerti.

"Ini hanya menegaskan bahwa sejatinya beliau tak mengerti apa yang dikomentarinya. Apalagi saat itu (menjabat Gubernur DKI) sedang getol-getolnya pencitraan yang dilakukannya untuk menuju kursi presiden," kata Kamhar kepada wartawan, Selasa (5/4).

Kamhar menyinggung era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kamhar menilai dibandingkan dengan pemerintahan SBY, pemerintahan sekarang banyak mengalami kemunduran.


Utang RI Rp7 Ribu T, Demokrat: Mestinya Pemerintah Kurangi Agenda Tak Urgen

"Kritik yang dilakukannya untuk membangun image 'seolah-olah' lebih bisa daripada pemerintahan Pak SBY pada masa itu," ujarnya.

"Akhirnya waktu yang kemudian membuktikan, jika dibandingkan dengan pemerintahan Pak SBY, rezim sekarang ini banyak mengalami kemunduran, tak hanya di bidang politik dan hukum, termasuk pula di bidang ekonomi," imbuh Kamhar.

Kamhar juga menyoroti utang negara yang membengkak.

"Yang 'meroket' hanya utang. Ini adalah rezim dengan jumlah utang terbesar sepanjang republik berdiri," katanya.

Meski begitu, Kamhar menghargai program BLT yang diadakan untuk meringankan beban rakyat. Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa negara hadir untuk rakyat.

"Kami menghargai program BLT yang akan diadakan pemerintah untuk membantu meringankan beban rakyat yang bertubi-tubi datangnya di waktu yang bersamaan. Ini menjadi bukti hadirnya negara dalam bentuk respons yang bertanggung jawab dan punya hati," ujar Kamhar.

Mahasiswa Ultimatum Jokowi Soal Jabatan 3 Periode, Ngabalin: Bagaimana Logikanya?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata