logo


Herry Wirawan Divonis Hukuman Mati, Kiai Maman: Herry Pantas Menerima

Kiai Maman menyebut hukuman mati adalah bentuk keadilan untuk para korban

5 April 2022 08:49 WIB

Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq
Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq Siaran pers KITA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Herry Wirawan, pelaku pemerkosa 13 santriwati di Bandung akhirnya divonis mati oleh Pengadilan Tinggi Bandung. Hukuman ini lebih berat ketimbang vonis sebelumnya oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung yang menghukumnya dengan penjara seumur hidup.

Selain dipidana mati, Herry juga berkewajiban memberi restitusi atau santunan sebesar Rp 300 juta kepada keluarga korban.

Mendengar putusan hakim itu, Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Imanulhaq pun merasa lega dan senang akhirnya Herry mendapat hukuman yang setimpal dengan kelakuan bejatnya. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Majalengka ini, putusan banding itu juga sebagai bentuk keadilan untuk para korban Herry yang masih di bawah umur.


Soal FPI Baru, Mahfud Md: Siapapun Boleh Buat Perkumpulan, Asalkan...

"Herry pantas menerima hukuman mati lantaran kejahatan keji yang dilakukannya. Herry telah merusak masa depan para korbannya serta menyebabkan trauma berat yang berkepanjangan. Herry pula mencoreng institusi pesantren yang seharusnya memberikan teladan, namun menyalahgunakannya dengan berbuat tak senonoh kepada belasan santriwatinya," kata Kiai Maman kepada wartawan, Selasa (4/3).

Putusan hakim ini, kata Kiai Maman, harus jadi preseden hukum agar tidak ada lagi oknum yang berani-beraninya melakukan kekerasan seksual kepada perempuan, apalagi anak di bawah umur.

Ia pula mewanti-wanti para orang tua untuk tidak sembarangan memilih pesantren. Selain perizinan yang lengkap, jejaring alumni dan sanad keilmuan yang jelas juga wajib jadi ceklis sebelum memilih pesantren bagi sang buah hati.

Politisi PKB ini sebelumnya pernah menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang dijalankan oleh Herry Wirawan tak ada kaitannya dengan pondok pesantren. Herry , kata Kiai Maman, bukanlah seorang ustaz apalagi kiai karena Herry bukan berasal dari lingkungan pesantren. Apalagi klaim pesantren yang disematkan pada lembaga milik Herry nyatanya tidak memiliki jaringan alumninya.

"Sekali lagi ini bukan pesantren, ini hanya lembaga yang menyediakan pendidikan kesetaraan dan mengumpulkan anak-anak dari daerah-daerah baik dari Garut, termasuk dari Dapil saya Subang," kata Kiai Maman menutup.

Herry Wirawan Divonis Hukuman Mati

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata