logo


Usul 3 April Diperingati Hari Negara Kesatuan, Yusril Sebut Prosesnya Sangat Mudah

Yusril menjelaskan bahwa pengajuan Hari Negara Kesatuan ditujukan ke komite yang mengurus hari besar nasional

3 April 2022 22:36 WIB

Yusril Ihza Mahendra.
Yusril Ihza Mahendra. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengusulkan agar tanggal 3 April diperingati sebagai Hari Negara Kesatuan. Ia menyebut proses pengajuannya sangat mudah.

"Hari Negara Kesatuan atau apalah namanya, nanti dirancang, didraf ke keputusan presiden, nanti disampaikan ke Setneg dan kalau presiden tanya saya, saya tinggal mengiyakan saja," kata Yusril dalam diskusi daring, Minggu (3/4/2022).

Bukan tanpa alasan, Yusril mengusulkan demikian lantaran tanggal 3 April 1950 negara-negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS) bersatu ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu terjadi karena 'Mosi Integral' petinggi Partai Masyumi Mohammad Natsir.


Lagi dan Lagi, MS Kaban Serukan Ganti Presiden

Yusril menjelaskan bahwa pengajuan Hari Negara Kesatuan ditujukan ke komite yang mengurus hari besar nasional dan kemudian diteruskan ke presiden.

Ia lantas mencontohkan penetapan Hari Bela Negara pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Misalnya Hari Bela Negara, itu seingat saya dari Setneg sederhana saja mengurus itu, jadi terbentuknya PDRI diusulkan jadi Hari Bela Negara, dan waktu itu presidennya SBY dan disampaikan ke presiden, dan beliau setuju," ujarnya.

"Kemudian dijelaskan kepada presiden bahwa ini sebenarnya hari libur, tapi ini dijadikan hari besar bangsa dan negara kita. Setneg siapkan keputusan presidennya, dan diparaf oleh Mensesneg, dan presiden tanda tangan," pungkasnya.

 

PBB Tetapkan 15 Maret Jadi Hari Internasional Perangi Islamofobia, Menag: Tak Ada Agama Manapun Benarkan Kekerasan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati