logo


Pakar UGM Nilai Kenaikan Pertamax Tepat: Tapi Bisa Picu Inflasi

Pakar UGM sebut kenaikan harga Pertamax bisa memicu inflasi

2 April 2022 13:57 WIB

Ilustrasi BBM.
Ilustrasi BBM. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, menyebut kenaikan harga Pertamax dari Rp9.000 menjadi Rp12.5000 sudah tepat.

Hal ini dikarenakan harga minyak dunia sudah mencapai USD 130 per barel. Jika tak dinaikkan, bisa membuat beban Pertamina semakin berat.

"Karenanya, penaikkan harga Pertamax oleh Pertamina menjadi Rp12.500 per liter mulai 1 April 2022 sudah tepat," terang Fahmy, dilansir situs resmi UGM, Sabtu (2/3/2022).


Soal Kelangkaan BBM Solar, Amin AK Minta Pertamina Tak Kurangi Pasokan

Tetapi, Fahmy menilai kenaikan harga Pertamax juga bisa menimbulkan inflasi.

"Kenaikan harga Pertamax memang memicu inflasi, tetapi jangan sentuh dan menaikkan harga Pertalite yang proporsi konsumennya mencapai 76 persen. Penaikkan harga Pertalite tentu akan menyulut inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat," tambah dia.

Anggap Wajar Kenaikan Harga BBM, Nasdem: Untuk Menjamin Kesehatan Keuangan Pertamina

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati