logo


Mudik Dibandingkan MotoGP soal Vaksin Booster, Ruhut Sitompul: Pemikiran yang Dangkal

Ruhut kasihani rakyat yang terus dikompori oposisi pemerintah.

25 Maret 2022 05:15 WIB

Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul twitter.com/ruhutsitompul

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politikus PDIP Ruhut Sitompul merespons pihak yang memprotes kebijakan vaksin booster menjadi syarat utama bagi pemudik lebaran 2022. Menurutnya, membandingkan lebaran dengan event MotoGP Mandalika sangat tidak tepat.

“Kadrun dengan pemikiran yang dangkal ke NTB Mandalika Moto II GP tidak di-booster tapi mudik Lebaran di-booster, tolong cerdas ya nonton ribuan eh mudik puluhan juta,” sindirnya lewat akun Twitter @ruhutsitompul, dikutip Jumat (25/3).

Ruhut lantas merasa prihatin dengan rakyat Indonesia yang sering terbawa narasi pihak oposisi pemerintah.


Sebut Pawang Hujan MotoGP Internasional Marketing, Pakar: Turis Pengin Datang

“Ha ha ha kasihan rakyat Indonesia tercinta terus saja dikompori yang ngawur oleh Barisan Sakit Hati,” ujar anak buah Megawati Soekarnoputri itu.

Sebelumnya, Shamsi Ali memprotes kebijakan vaksin booster sebagai syarat mudik. Ia menyinggung penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang tak mewajibkan penonton sudah vaksin booster.

"Apakah yang hadir di balapan motor Mandalika dipersyaratkan Booster? Kalau tidak, lalu Kenapa yang mudik ada syaratnya?," tulisnya di akun Twitter @ShamsiAli2.

Menurutnya, kebijakan Jokowi tak adil dan meresahkan. Bila nonton MotoGP tak ada ketentuan rumit, lanjut dia, mudik seharusnya juga begitu.

"Masalahnya bukan pada vaksin atau booster. Tapi pada penerapan aturan yang kadang kehilangan sense of justice. Tidak fair itu meresahkan," lanjutnya.

Vaksin Booster Syarat Mudik, Shamsi Ali: Tak Adil dan Meresahkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar