logo


Minta Pengungsi Ukraina Tak Tinggal Menetap di Negaranya, PM Denmark: Kamu Harus Kembali

PM Denmark meminta para pengungsi asal Ukraina untuk tidak tinggal menetap di Denmark dan segera kembali ke tanah air setelah waktunya tepat

23 Maret 2022 15:00 WIB

Warga Ukraina terpaksa mengungsi setelah pasukan Rusia melancarkan operasi militer khusus ke negara tersebut pada 24 Februari 2022
Warga Ukraina terpaksa mengungsi setelah pasukan Rusia melancarkan operasi militer khusus ke negara tersebut pada 24 Februari 2022 Al Jazeera

KOPENHAGEN, JITUNEWS.COM - Kurang dari dua minggu setelah mengadopsi undang-undang khusus tentang perlakuan istimewa bagi pengungsi Ukraina di tengah operasi militer Rusia yang sedang berlangsung, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen telah menyatakan bahwa para pengungsi tersebut pada akhirnya harus kembali ke tanah air mereka.

“Menjadi pengungsi itu sementara, jadi kamu harus kembali dan membantu membangun tanah airmu ketika kamu mendapat kesempatan. Ini memungkinkan kami untuk membantu pengungsi lain," kata Frederiksen dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputniknews.

Pernyataan senada sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh duta besar Ukraina untuk Denmark, Mykhailo Vydoinyk, yang menyarankan agar pengungsi Ukraina tidak diintegrasikan ke Denmark, tetapi kembali ke negara asal mereka jika waktunya sudah tepat untuk membantu membangun kembali negaranya.


Pejabat Senior Pentagon Bilang Tak Ada Indikasi Pasukan Asing yang Dibawa Rusia ke Ukraina

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Denmark, Mattias Tesfaye mengatakan bahwa pemerintah Denmark memperkirakan bahwa akan ada "lebih banyak" orang Ukraina yang mengungsi ke wilayahnya. Ia mencatat bahwa jumlah pengungsi asal Ukraina yang sudah tiba di Denmark saat ini setidaknya berjumlah 20.000 orang.

Melalui undang-undang khusus, para pengungsi Ukraina telah mendapatkan ijin untuk tinggal di Denmark selama dua tahun, dimana mereka akan diberikan izin kerja serta akses pendidikan dan layanan kesehatan. Undang-undang tersebut diadopsi dengan segera dan dalam waktu singkat melalui konsensus lintas partai di Denmark.

KGB Belarusia Bilang 8 dari 19 Diplomat Ukraina adalah Mata-mata

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia