logo


Perjanjian Nuklir JCPOA Mustahil Tercapai jika Iran Tak Bebaskan Warga AS yang Mereka Tahan

Wakil Menlu AS mendesak Iran untuk membebaskan seluruh warga AS yang mereka tahan, dimana hal tersebut akan memungkinkan perjanjian nuklir JCPOA dapat tercapai

18 Maret 2022 09:30 WIB

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Wendy Sherman, pada Kamis (17/3) mengatakan bahwa akan "mustahil untuk membayangkan" tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran jika Teheran tidak segera membebaskan warga negara Amerika Serikat yang mereka tahan.

Awal pekan ini, pemerintah Iran sudah membebaskan dua warga negara Inggris setelah Inggris membayar jaminan senilai jutaan dolar, yang diklaim Iran sebagai utang Inggris karena mantan raja Iran, Shah, sudah menyerahkan uang muka pembayaran 1.750 unit tank Chieftain dan kendaraan tempur lainnya pada tahun 1979 yang belum dikirimkan oleh Inggris hingga saat ini. Di tahun yang sama, Revolusi Islam 1979 terjadi untuk menggulingkan pemerintah yang didukung AS.

Tetapi AS, sejauh ini, tidak dapat menjamin pembebasan warganya yang ditahan.


Presiden Afsel: Perang Dapat Dihindari jika NATO...

“Ini [pembebasan tahanan] terpisah dari JCPOA. Meskipun saya harus mengatakan tidak mungkin untuk membayangkan bahwa kita mendapatkan kesepakatan tentang JCPOA jika orang Amerika yang ditahan tidak dipulangkan,” kata Sherman kepada Al Arabiya dalam sebuah wawancara.

“Adalah prioritas tinggi bagi pemerintahan ini untuk membawa mereka pulang, untuk memastikan bahwa mereka aman dan terlindungi. Tidak ada tujuan yang lebih tinggi yang kita miliki selain untuk melindungi orang Amerika,” tambahnya.

Saat ditanya tentang kemungkinan mencoret Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dari daftar hitam organisasi teroris asing, Sherman tetap bungkam. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu syarat yang diajukan oleh Iran jika AS ingin kembali masuk ke dalam perjanjian JCPOA.

“Saya tidak akan masuk ke rincian negosiasi, yang belum final. Saya pikir itu adalah kepentingan kita semua untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Dan itulah yang dimaksud dengan JCPOA,” katanya.

Rusia Sudah Lakukan Kejahatan Perang di Ukraina, AS: Sengaja Menargetkan Warga Sipil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia