logo


Mantap, Metode Ini Diklaim Mampu Hasilkan 150 Ribu Ton Tuna

Metode penangkapan ini merupakan metode yang ramah lingkungan

27 Mei 2015 12:11 WIB


BALI, JITUNEWS.COM- Di Indonesia, penangkapan tuna dengan metode pole and line dan hand line mampu menghasilkan 150 ribu ton/tahun. Nilai itu merupakan hasil tangkapan terbesar dunia dengan alat tangkap sejenis. Bahkan, sebagai negara kepulauan terbesar, metode penangkapan tersebut telah memberi kontribusi nyata bagi mata pencaharian jutaan orang masyarakat pesisir. Tercatat, sektor perikanan Indonesia memperkerjakan sekira 11% tenaga kerja nasional sebagai nelayan tradisional. 

Selain ramah lingkungan, metode pole and line dan hand line berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan mata pencaharian masyarakat, mempertahankan bisnis dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Kerjasama internasional untuk mempromosikan penangkapan tuna dengan cara berkelanjutan seperti pole and line dan hand line ini, bisa menjadi salah satu contoh dalam melakukan bisnis dengan cara yang berkelanjutan," ujar Saut P. Hutagalung, selaku Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Dirjen P2HP), Selasa (26/5), di Bali.


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

Oleh karena itu, dalam rangka menciptakan horizon baru untuk memastikan keberlanjutan dan inklusifitas rantai pasokan tuna internasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama International Pole & Line Foundation (IPNLF), dan the Indonesian Association for Pole & Line and Hand line Fisheries (AP2HI, Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia) sudah menyelenggarakan The 4th International Coastal Tuna Business Forum and Exhibition (ICTBF) di Bali.

"Dalam acara tersebut perwakilan dari semua rantai pasokan, pemerintah, peneliti dan lainnya akan bersama sama mengembangkan masa depan keberlanjutan perikanan tuna dunia. Selain itu, acara tersebut menjadi ajang mengangkat dan membahas masa depan baru untuk perikanan yang berkelanjutan, sehingga bisnis perikanan Indonesia menjadi poros dunia," jelas Saut.

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro