logo


Tak Bisa Lawan Mafia Minyak Goreng, Mendag Lutfi Minta Maaf: Sifat Manusia Rakus dan Jahat

Lutfi sebut Kemendag tidak bisa melawan mafia minyak goreng karena undang-undang di kementeriannya tidak kuat.

17 Maret 2022 20:31 WIB

Muhammad Lutfi
Muhammad Lutfi setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pihaknya mencium adanya mafia minyak goreng di sejumlah daerah, terutama di kota-kota besar. Kecurigaan itu, kata dia, berdasarkan data Kemendag yang menyatakan distribusi minyak goreng melimpah namun langka di pasaran.

Meski mengetahui adanya praktik mafia minyak goreng, Lutfi mengaku tidak bisa melawan. Ia beralasan adanya mafia minyak goreng merupakan dampak dari pemisahan harga CPO dalam negeri dan luar negeri.

"Kementerian Perdagangan tidak bisa melawan penyimpangan penyimpangan tersebut. Jadi, pelajaran yang kami dapat ketika harga berbeda dengan harga pasar begitu tinggi dengan permohonan maaf Kemendag tidak bisa mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat," ujarnya.


Duga Minyak Goreng Sengaja Ditimbun, PPP: Kepolisian dan Satgas Pangan Harus Melacak

Lebih lanjut, ia mengatakan Kemendag tidak bisa melawan mafia minyak goreng karena undang-undang di kementeriannya tidak kuat.

"Jadi begitu kami bertemu Satgas Pangan pertama kali, yang dipunyai Kemendag pasalnya ada 2, UU pasal no 7 dan UU no 8 tetapi cangkokannya kurang untuk bisa mendapatkan mafia-mafia dan spekulan spekulan ini," jelasnya.

Rapat dengan Komisi VI DPR, Mendag Akan Jelaskan Persoalan Minyak Goreng

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati