logo


Mendag Ungkap Minyak Goreng Langka Akibat Ulah Mafia

Harusnya kelangkaan minyak goreng sudah teratasi dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) dan Domestic Market Obligation (DMO).

17 Maret 2022 20:17 WIB

Ilustrasi minyak goreng.
Ilustrasi minyak goreng. Dok. Organicauthority.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penyebab kelangkaan minyak goreng telah disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Menurutnya, ada mafia yang menyelundupkan pasokan minyak goreng ke luar negeri.

Lutfi mengatakan kebutuhan minyak goreng setiap bulan mestinya bisa terpenuhi dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) dan Domestic Market Obligation (DMO).

"Ini yang saya sebut bahwa ini perbuatan mafia yang mesti kita berantas bersama-sama," ujat Lutfi dalam rapat bersama DPR, Kamis (17/3).


Duga Minyak Goreng Sengaja Ditimbun, PPP: Kepolisian dan Satgas Pangan Harus Melacak

Data Kementerian Perdagangan per 14 Februari - 16 Maret 2022 menunjukkan bahwa kebijakan DMO mengumpulkan 720.612 ton minyak sawit dari 3,5 juta ton total ekspor produk CPO. Lalu sebanyak 551.069 ton, atau 76,4 persen didistribusikan ke masyarakat.

"720 juta ton itu itu yang sudah didistribusikan sekitar 570 juta liter kalau dibagi sebenarnya surplus dan cukup," jelasnya.

Lutfi mencontohkan daerah Sumatera Utara per 14 Februari-19 Maret 2022 yang memperoleh pasokan minyak sebesar 60.423.417. Namun menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Sumut per 2021 itu 15,18 juta orang.

“Faktanya saya ke Medan, pasar, supermarket tidak ada minyak goreng. Itu aneh," heran Lutfi.

Rapat dengan Komisi VI DPR, Mendag Akan Jelaskan Persoalan Minyak Goreng

Halaman: 
Penulis : Iskandar