logo


Pengamat Ini Bilang, Menteri Sudirman Minta Tagihan Jet Pribadi ke Petral Singapura

Menteri Sudirman memisahkan diri dari tim dan pergi ke Medan dengan mencarter pesawat khusus Gulfstream G-550

27 Mei 2015 11:30 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ternyata ada cerita mencengangkan dari Menteri ESDM Sudirman Said dan Petral. Menteri Sudirman sempat naik pesawat jet pribadi atas biaya dari Petral. Kok bisa?

Begini ceritanya. Seperti dituturkan Pemerhati Kebijakan Energi Nasional Yusri Usman, saat Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) mendatangi ke kantor Petral di Singapura pada 9 Maret 2015, Menteri Sudirman tidak terlihat. TRTKM hanya didampingi Direktur Umum Pertamina Dwi Daryoto dan Vice President ISC Daniel Purba.

Anehnya dalam kunjungan itu, Menteri Sudirman tidak terlihat. Padahal seharusnya dia ada bersama dalam rombongan. Usut punya usut, Menteri Sudirman memisahkan diri dari tim dan pergi ke Medan dengan mencarter pesawat khusus Gulfstream G-550 Singapura-Medan-Singapura dengan biaya carter 35.750 dolar AS (dengan kurs Rp13.200 menjadi setara Rp471.900.000). Biaya perjalanan itu kemudian ditagihkan ke Petral Singapura.


Soal Audit Petral, IRESS: Oposisi Pun Harus Bersuara

"Apakah ini langkah efisien oleh Menteri ESDM seperti yang dicitrakan? Sudirman Said tidak ke kantor Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES). Dia hanya di Hotel Four Season. Managing Director PES Toto Nugroho yang datang ke hotel. Besoknya dia naik private jet "Gulfstream G- 550" ke Medan dan pesawat stand by di Kuala Namu," beber Yusri.

Yusri memperoleh kopian dari Pelita Air Service kepada PES SIngapura dengan nota pengantar nomor: NP/GPRS/PA/2015 tertanggal 8 April 2015.

Pertamina Tak Bernyali Ungkap 4 Nama Manager Petral yang Terlibat

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid