logo


Ekspresi Minta Maaf Doni Salmanan Jadi Sorotan, Pakar Gestur Beberkan Analisisnya

Pakar gestur sebut Doni memberi kesan bahwa kalah menang dalam dunia trading adalah hal yang biasa.

16 Maret 2022 09:03 WIB

Doni Salmanan saat konferensi pers
Doni Salmanan saat konferensi pers istemewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Instruktur ahli deteksi kebohongan dari dunia sipil yang memiliki gelar diploma di bidangnya serta terotorisasi dalam penggunaan alat layered voice analysis (LVA), Handoko Gani membeberkan analisinya terkait gerak-gerik tersangka kasus penipuan Quotex Doni Salmanan saat menyampaikan permohonan maaf.

"Ekspresi Wajah DS tidak menunjukkan ekspresi wajah sedih ataupun marah. Untuk ekspresi takut, karena keterbatasan ekspresi wajahnya memang tidak bisa dianalisis secara optimal," kata Handoko dilansir detikcom, Selasa (16/3/2022).

Handoko mengatakan bahwa suara Doni terlihat cepat saat menyampaikan permohonan maaf. Ia menyebut tidak ada jeda signifikan yang menunjukkan kelancaran bicara. Namun, ia menyebut ada perbedaan saat mengucapkan kata minta maaf.


Polisi Sebut Doni Salmanan Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

"Gestur Doni Salmanan adalah postur tubuh lurus, tangan kanan memegang mike, tangan kiri masuk ke saku celana. Perubahan gestur terjadi saat kata 'minta maaf' di mana postur tubuh bergerak memutar (swing). Begitu juga terjadi perubahan gestur ketika mengucapkan kata 'maaf' kepada masyarakat Indonesia di mana: tubuh membungkuk," ujarnya.

"Pada konteks DS, setiap kata 'maaf' menunjukkan adanya perubahan pada ekspresi gestur dan juga pada suara. Namun, pada kata 'maaf' yang disampaikan memang kita justru melihat kesan lancar, tegas, berani, dibandingkan dengan persepsi masyarakat terkait reaksi 'maaf' dengan ekspresi wajah sedih dan mungkin menangis, kepala dan tubuh menunduk, suara terbata-bata serta kemungkinan penggunaan kata 'maaf' lebih dari satu kali," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menilai permintaan maaf yang disampaikan Doni bukan ditujukan ke seluruh masyarakat Indonesia. Namun, kata dia, masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading. Ia menyebut Doni memberi kesan bahwa kalah menang dalam dunia trading adalah hal yang biasa.

"Isi 'pidato' ini lebih kepada permintaan pemakluman kepada masyarakat Indonesia yang mengenal dunia trading, baik binary option maupun Foreign, crypto dan lain sebagainya. Dimana, saya menduga ada pesan tersembunyi di balik kalimat ini, yaitu bahwa DS kemungkinan ingin menggiring kesan bahwa apa yang terjadi atau dilakukan DS ini adalah 'biasa' atau 'bisa dimaklumi' dalam dunia trading," jelasnya.

Handoko juga mengatakan bahhwa gestur tangan Doni yang dimasukkan ke saku celakan menunjukkan suatu kenyamanan.

"Gesture ini bagi DS juga selaras dengan pesan DS yang saya duga berupa mendapatkan 'pemakluman' dari pelaku dunia trading dimana mungkin diidentikkan sebagai 'kalah menang = biasa' dan 'Semua orang ingin menang," pungkasnya.

Terungkap dari KTP, Pekerjaan Doni Salmanan Buruh Harian Lepas

Halaman: