logo


Tak Perlu Mikir HAM untuk Ngedor Teroris, Abu Janda: Mau Dia Dokter atau Difabel, Teroris ya Teroris!

Persetan dengan HAM, kata Abu Janda.

14 Maret 2022 22:23 WIB

Abu Janda
Abu Janda instagram.com/permadiaktivis2

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyesalkan Komnas HAM ikut campur, bahkan mempermasalahkan langkah Densus 88 yang menembak mati teroris. Bagi Abu Janda, sudah seharusnya aparat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku terorisme.

Pernyataan ini merespons pemanggilan Densus 88 oleh Komnas HAM terkait peristiwa penembakan dokter Sunardi yang merupakan tersangka kasus dugaan terorisme.

Abu Janda lantas membenarkan perkataan Ahok bahwa ada pihak yang selalu ingin melemahkan aparat. Sehingga teroris memiliki celah lebar untuk beraksi.


Anggota IDI Terlibat Terorisme, Denny Siregar: Udah Gak Aneh sih

“Densus88 dipanggil @komnas.ham karena ngedor teroris dr.sunardi.. saya jadi ingat kata pak ahok, memang ada pihak yang sengaja ingin membuat aparat menjadi gamang untuk bertindak.. sengaja ingin lemahkan aparat,” tulisnya di akun Instagram @permadiaktivis2, dikutip Senin (14/3).

Menurut Abu Janda, aparat tak perlu berpikir dua kali untuk menumbangkan teroris, apalagi mereka yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Teroris tidak mikir HAM waktu ledakin diri.. aparat pun tidak perlu mikir HAM untuk ngedor teroris, mau dia dokter, mau dia difabel, teroris ya teroris, DOR aja! persetan dengan HAM,” tegasnya.

Dituntut 8 Tahun Bui, Munarman Bilang Begini

Halaman: 
Penulis : Iskandar