logo


Ekspor Minyak Iran Tetap Naik Meski Ada Tekanan Maksimum dari AS

Menteri Perminyakan Iran mengatakan bahwa sanksi dan penyitaan yang dilakukan oleh AS tidak mampu membendung kenaikan ekspor minyak Iran

13 Maret 2022 15:00 WIB

Ilustrasi Kapal Tanker
Ilustrasi Kapal Tanker istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Ekspor komoditas minyak Republik Islam Iran mencapai level tertinggi baru setelah 2018 meskipun ada upaya yang dilakukan oleh AS untuk menyita kapal tanker negara itu. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perminyakan Iran Javad Owji.

“Amerika Serikat telah beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir melakukan pelanggaran terhadap kapal tanker minyak Iran, (dimana hal itu bertujuan) untuk mencegah ekspor pengiriman. Ketika musuh menyadari bahwa itu tidak dapat menghentikan ekspor dan kontrak kami, mereka mengejar kapal kami,” kata Owji.

Lebih lanjut, ia mencatat bahwa ekspor minyak Iran telah meningkat meskipun ada "sanksi terberat" dan upaya berkelanjutan untuk mencabutnya melalui pembicaraan Wina. Owji mengungkap bahwa pertumbuhan ekspor minyak tersebut dicapai dengan penggunaan "metode berbeda yang digunakan untuk memenangkan kontrak dan menemukan pembeli yang berbeda".


Dua Perwiranya Tewas Terkena Serangan Rudal Israel, Iran Tak Akan Tinggal Diam

Dia juga menyatakan bahwa peningkatan penjualan minyak mentah telah memperkuat posisi Iran dalam negosiasi pemulihan perjanjian nuklir JCPOA yang tengah berlangsung di Wina, Austria.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebuah kapal tanker minyak Iran dilaporkan disita di perairan Bahama di bawah sanksi AS.

Ingat Insiden Pengeboman Tahun 1999, Presiden Serbia Tegas Bilang Nggak Akan Gabung NATO

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia