logo


Abu Janda Bela Densus 88 soal Penembakan Dokter Sunardi

Abu Janda yakin Densus 88 selalu mengambil tindakan terukur.

12 Maret 2022 08:28 WIB

Permadi Arya alias Abu Janda
Permadi Arya alias Abu Janda instagram.com/permadiaktivis2

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyesalkan adanya pihak yang menyudutkan Densus 88 terkait penembakan tersangka teroris, Dokter Sunardi. Menurutnya, langkah yang diambil satuan anti teror itu sudah tepat.

“Sudah jadi tradisi di negara ini, kalau ada teroris ‘didor’ sama satuan anti teror langsung ada kelompok Islam yang gercep memuji teroris yang mati tersebut,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @permadiaktivis2, dikutip Sabtu (12/3).

Abu Janda menuturkan, Dokter Sunardi merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang terlibat bom Bali. Ia yakin Densus 88 selalu mengambil tindakan terukur.


Polri Sebut Sunardi Berstatus Tersangka Sebelum Ditangkap

“Logika aja, tidak mungkin satuan anti teror gerak tanpa pemantauan dan penyelidikan berbulan-bulan,” jelasnya.

Dia menilai Dokter Sunardi pantas ditembak karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Terlebih upayanya kabur berpotensi mencelakai banyak orang.

“Mobil Dokter Sunardi yang ringsek karena malah tancap gas ketika mau ditangkap. Tabrak polisi yang mengadang, ngebut sambil zig zag membahayakan pengendara lain, pejalan kaki, sehingga terpaksa harus didor agar mobilnya berhenti,” terang Abu Janda.

Selanjutnya, Abu Janda mengungkapkan dua (2) jenis teroris. “Ada teroris offline di dunia nyata yang tugasnya ngebom. Ada lagi teroris online di media sosial tugasnya memuji teroris itu ‘orang baik’ sambil jelek-jelekin Densus 88.”

“Tujuannya untuk melemahkan pemberantasan terorisme,” tuntasnya.

Sesalkan Densus 88 Tembak Mati Dokter, Musni Umar: Mestinya Tangkap dan Bawa ke Pengadilan untuk Diadili

Halaman: 
Penulis : Iskandar