logo


Sesalkan Densus 88 Tembak Mati Dokter, Musni Umar: Mestinya Tangkap dan Bawa ke Pengadilan untuk Diadili

Indonesia negara hukum, bukan negara kekuasaan.

12 Maret 2022 07:26 WIB

Musni Umar
Musni Umar politik.rmol.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sosiolog Musni Umar menyesalkan langkah Densus 88 yang menembak mati terduga teroris, Dokter Sunardi di Sukoharjo, Rabu (9/3). Menurutnya, tindakan itu sangat tidak tepat mengingat Indonesia adalah negara yang mengedepankan hukum.

Semestinya, kata Musni Umar, Densus 88 cukup melakukan penangkapan terduga teroris untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.

“Kita prihatin dan menolak keras membunuh seseorang apalagi dokter yang diduga teroris,” tulisnya dalam cuitan Twitter @musniumar, dikutip Sabtu (12/3).


Berduka Atas Meninggalnya Terduga Teroris Dokter Sunardi, Zubairi Djoerban: Hari yang Kelam

“Tangkap yang diduga teroris dan bawa ke pengadilan supaya diadili. Negara kita negara hukum bukan negara kekuasaan,” tegas rektor Universitas Ibnu Chaldun itu.

Diketahui, tersangka teroris Dokter Sunardi, sebagaimana status itu disematkan oleh Polri, ditembak mati di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/3) malam. Selain aktif di lembaga Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Sunardi merupakan petinggi di jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Polri Sebut Sunardi Berstatus Tersangka Sebelum Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Iskandar