logo


Polri Sebut Sunardi Berstatus Tersangka Sebelum Ditangkap

Dokter Sunardi (SU) ditembak mati oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri karena melakukan perlawanan

11 Maret 2022 19:33 WIB

Ahmad Ramadhan
Ahmad Ramadhan Dok. Humas Polri

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dokter Sunardi (SU) ditembak mati oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri karena melakukan perlawanan dalam upaya penangkapan di Sukoharjo, Jawa Tengah. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Sunardi telah berstatus sebagai tersangka sebelum ditangkap.

"Perlu kami sampaikan bahwa status tersangka, status SU, sebelum dilakukan penangkapan adalah tersangka tindak pidana terorisme, bukan terduga," kata Ramadhan dalam jumpa pers, Jumat (11/3).

Ramadhan mengatakan bahwa tindakan polisi yang melumpuhkan Sunardi saat penyergapan sesuai dengan KUHP, KUHAP, UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, dan Peraturan Kapolri No. 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.


Tersangka Teroris Ditembak Mati di Sukoharjo, Musni Umar: Mengapa Dokter Ditembak?

"Melakukan tindakan tegas dan terukur dengan alasan tindakan tersebut dilakukan karena tindakan tersangka sudah membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa masyarakat dan petugas Polri," katanya.

Ramadhan mengatakan bahwa Densus 88 yang berusaha menghentikan kendaraan Sunardi namun dia melakukan perlawanan.

"Mengetahui mobilnya dihentikan oleh petugas, tersangka melakukan perlawanan dengan agresif, yaitu dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikan tersangka," ujarnya.

Polisi sudah membujuk Sunardi dengan cara naik ke bak belakang mobilnya, namun Sunardi berkemudi secara zig-zag. Ramadhan mengatakan ada dua polisi yang terluka serta ada beberapa kendaraan yang ditabrak.

"Petugas mencoba naik ke naik ke bak belakang mobil yang dikemudikan SU, dengan maksud untuk kembali mencoba memberikan peringatan agar tersangka menghentikan laju mobil tersangka. Namun, tersangka tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang. Serta menggoyangkan setir ke kiri ke kanan atau zig-zag yang tujuannya untuk menjatuhkan petugas yang ada di belakang," jelasnya.

"Terdapat 2 anggota yang terluka akibat tersenggol atau jatuh. Kemudian tersangka juga menabrak kendaraaan roda 4 dan roda 2 milik masyarakat yang sedang melintas," lanjutnya.

Ramadhan mengatakan bahwa Sunardi merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI). Sunardi pernah menjabat sebagai Amir Khidmat JI, Deputi Dakwah dan Informasi, penasihat Amir JI, dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI).

"Hilal Amar Society ini adalah sebuah yayasan atau organisasi terlarang yang terafiliasi dengan jaringan organisasi terorisme JI yang tugasnya adalah merekrut, mendanai, dan memfasilitasi perjalanan pengikut FTF (Foreign Terorist Fighter) ke Suriah," jelasnya.

Berduka Atas Meninggalnya Terduga Teroris Dokter Sunardi, Zubairi Djoerban: Hari yang Kelam

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata