logo


BNPB: Potongan SE Ka Satgas Penanganan Covid-19 'Pandemi Dicabut dan tidak berlaku' Adalah Tidak Benar

Hal itu ditegaskan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D

8 Maret 2022 15:32 WIB

Vaksin Covid-19 Sinopharm
Vaksin Covid-19 Sinopharm BBC

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Merebaknya informasi potongan SE Ka Satgas Penanganan Covid-19 no. 9/2022 dengan keterangan tertulis bahwa covid-19 dicabut dan tidak berlaku merupakan hal yang tidak benar.

Hal itu ditegaskan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. menanggapi beredarnya screenshoot potongan surat edaran perihal dicabutnya pamdemi covid-19 di Indonesia.

"Faktanya, hal tersebut merupakan potongan halaman terakhir dari Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi," kata dia di Jakarta, Selasa (8/3/2022).


Bandeng Isi MRB, Inovasi Mitra Binaan Pertamina di Tengah Pandemi

Dia menjelaskan surat  yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada Rabu (2/3) bukan menyatakan Covid-19 dicabut, melainkan mencabut Surat Edaran sebelumnya  Nomor 7 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam halaman surat terakhir, keterangan mengenai pandemi Covid-19 dicabut merupakan potongan kalimat dari point ke 2 pada bagian H (penutup). Berikut kalimat lengkap dibagian penutup surat edaran tersebut :

H. Penutup

1. Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 2 Maret 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

2. Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Untuk mengetahui secara lengkap, masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui laman covid19.go.id dan mengunduh file lengkap dari SE no. 9/2022 tersebut.

 

Tegaskan Transisi Covid-19 Jadi Endemi Tidak Buru-buru, Luhut: Bertahap, Kita Berbasis Data

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar