logo


Iran Minta Gelombang Sanksi Rusia Tak Pengaruhi Proses Pemulihan Perjanjian Nuklir

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran meminta agar sanksi negara-negara barat terhadap Rusia tidak pengaruhi proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir

7 Maret 2022 17:30 WIB

Juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh
Juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Negosiasi yang sedang berlangsung di Wina untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan barat tidak boleh terpengaruh oleh serangkaian sanksi lain seperti yang dijatuhkan terhadap Rusia. Hal itu disampaikan oleh juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh, pada Senin (7/3).

Kantor berita Iran Tasnim pada Senin melaporkan bahwa para pejabat Iran mengkritik “campur tangan” Rusia dalam tahap akhir pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara-negara besar tersebut.

Pembicaraan untuk menghidupkan kembali pakta 2015 telah terperosok dalam ketidakpastian usai Rusia meminta Amerika Serikat untuk menjamin bahwa sanksi yang dihadapinya atas konflik Ukraina tidak akan merugikan perdagangannya dengan Iran.


Rusia Desak Negara Lain Tak Tawarkan Lapangan Terbang untuk AU Ukraina

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan Rusia menginginkan jaminan tertulis dari AS bahwa perdagangan, investasi, dan kerja sama teknis militer Rusia dengan Iran tidak akan terhalang oleh sanksi apa pun.

Menurut laporan Tasnim, para pejabat Iran pada Senin menyebut tuntutan Rusia tersebut "tidak konstruktif" karena ditujukan untuk mengamankan kepentingannya sendiri di bidang lain.

Siap Bantu Selesaikan Konflik Ukraina, China: Masalah Kompleks Butuh Ketenangan dan Rasionalitas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia