logo


Tolak Aturan Toa Masjid, Menantu Habib Rizieq: Nggak Perlu Negara Masuk Terlalu Dalam

Hanif mengatakan bahwa masalah volume azan adalah kesepakatan masjid dengan warga sekitar

4 Maret 2022 16:23 WIB

Muhammad Hanif Alatas
Muhammad Hanif Alatas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas, menolak aturan pengeras suara masjid dan musala. Hal itu disampaikan Hanif dalam unjuk rasa PA 212 di depan Kementerian Agama.

"Soal azan itu biarkan jadi civil society Saudara, nggak perlu negara masuk terlalu dalam. Jangan diatur-atur, biarkan ini jadi civil society, selama masyarakat sekitar tidak resah, nggak perlu negara ikut campur lebih dalam," kata Hanif di depan gedung Kemenag, Jumat (4/3).

Hanif mengatakan bahwa masalah volume azan adalah kesepakatan masjid dengan warga sekitar.


Edy Mulyadi Bahagia Satu Rutan dengan Rizieq Shihab, Ini Alasannya

"Urusan volume azan dan toa daripada masjid dan musala biarkan jadi civil society biarkan jadi kearifan lokal, biarkan jadi kesepakatan antara masalah masjid dengan warga sekitar. Di tempat umat Islam mayoritas, maka minoritasnya harus menghargai mayoritas sebagaimana mayoritas mengayomi minoritas," ujarnya.

Menurutnya, jika ada orang yang resah dengan pengeras suara masjid lebih baik tidak tinggal di dekat masjid.

"Kalau ada orang resah gara-gara Toa masjid, maka jangan tinggal dekat masjid. Saya mau tanya ada orang resah gara-gara tinggal dekat rel kereta, dia resah dengan suara kereta, yang salah kereta atau dianya? Jangan salahin keretanya, siapa suruh tinggal dekat rel kereta. Kalau ada orang resah dengan suara masjid, jangan salahkan masjidnya," katanya.

PA 212 dan Sejumlah Ormas Akan Demo di Depan Kemenag, Polisi Bicara Rekayasa Lalin

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata