logo


Kabar Baik, Negosiasi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia Berjalan Lancar

Delegasi Ukraina dan Rusia mengatakan bahwa kedua belah pihak sudah menemukan sejumlah hal yang dapat disepakati selama proses negosiasi gencatan senjata

1 Maret 2022 17:30 WIB

Bendera Rusia dan Ukraina
Bendera Rusia dan Ukraina NDTV

MINSK, JITUNEWS.COM - Delegasi Ukraina dan Rusia mengatakan bahwa kedua pihak telah menemukan hal-hal tertentu yang dapat disepakati selama pembicaraan gencatan senjata yang diselenggarakan oleh pemerintah Belarusia. Mereka juga berencana akan kembali melanjutkan konsultasi sebelum digelarnya putaran berikutnya. Hal tersebut disampaikan oleh kedua delegasi kepada wartawan setelah pembicaraan berakhir pada hari Senin (28/2).

Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, mengatakan bahwa tujuan utama pembicaraan itu adalah untuk membahas gencatan senjata di Ukraina.

"Kedua belah pihak telah mengidentifikasi sejumlah topik prioritas, dimana solusi tertentu telah digariskan,” ujarnya dikutip RT.com.


China Sebut Sanksi Negara Barat terhadap Rusia Tak Punya Dasar Hukum

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh penasihat Kepresidenan Rusia Vladimir Medinsky.

"Kedua delegasi menemukan poin di mana posisi bersama dapat dicapai," kata Vladimir Medinsky, ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pembicaraan yang berlangsung selama hampir lima jam tersebut berlangsung di Belarusia. Medinsky menambahkan bahwa putaran berikutnya akan berlangsung di perbatasan antara Belarus dan Polandia dalam beberapa hari mendatang.

Delegasi Ukraina dilaporkan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Alexey Reznikov, dimana tuntutan utamanya adalah gencatan senjata segera dan penarikan semua pasukan Rusia dari Ukraina.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku pesimis jika negosiasi tersebut akan berhasil mencapai kesepakatan. Meski demikian, ia tetap meyakini jika langkah tersebut masih berpeluang untuk menyelesaikan konflik.

"Kesempatan, betapapun kecilnya, akan diupayakan untuk meredakan situasi," katanya.

 

Khawatir dengan Invasi China, AS Kirim Delegasi ke Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia