logo


Minta Menag Tangani Penurunan Plang Muhammadiyah, Yusril: Ketimbang Ngurusi Suara Azan

Keberadaan Menag semestinya tak membuat persoalan agama jadi tambah runyam.

1 Maret 2022 03:30 WIB

Yusril Ihza Mahendra.
Yusril Ihza Mahendra. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara perihal penurunan plang Muhammadiyah di Banyuwangi, Jawa Timur.

Yusril menilai masalah ini sudah seharusnya ditangani Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas secara serius. Lagipula penurunan plang ini lebih urgen ketimbang pengeras suara masjid.

“Menteri Agama sudah waktunya tangani masalah seperti ini,” tulisnya lewat akun Twitter @Yusrilihza_Mhd, dikutip Selasa (1/3).


HRS Serukan Umat Islam Turun ke Jalan bila Menag Yaqut Tak Diproses Hukum

“Daripada sibuk ngurusi suara azan dan membanding-bandingkannya dengan gonggongan anjing, yang malah bikin masalah tambah runyam,” lanjut mantan Menteri Sekretaris Negara itu.

Diketahui, baru-baru ini media sosial diramaikan oleh video penurunan plang nama Muhammadiyah di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Camat Cluring, Henri Suhartono menjelaskan, terdapat undang-undang (UU) yang membuat plang nama itu harus dicopot. Pertama masalah tata perizinan pendirian bangunan, dan kedua terkait kegiatan yang tak diinginkan warga setempat.

“Untuk kondusivitas wilayah maka untuk sementara waktu tidak ada yang menghakimi antara ini dan itu,” terang dia.

“Sampai menunggu proses hukum lebih lanjut, monggo kalau proses hukum lebih lanjut,” sambung Henri.

Respons Guntur Romli, Haris KNPI: Azan itu Memanggil Umat Islam Salat, Bukan Memanggil Tuhan!

Halaman: 
Penulis : Iskandar