logo


Rusia Disebut Bakal Tempatkan Rudal Nuklir ke Negaranya, Begini Respons Presiden Belarusia

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa dirinya membantah kemungkinan pengerahan senjata nuklir Rusia ke wilayahnya

28 Februari 2022 13:30 WIB

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko istimewa

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah membantah kemungkinan pengerahan senjata nuklir dari Rusia ke Belarus. Hal tersebut ia sampaikan dalam percakapan dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron melalui sambungan telepon pada Sabtu (26/2) malam.

Menurut situs resmi kantor Kepresidenan Belarusia, selain membahas konflik militer antara Rusia dan Ukraina, keduanya juga berbincang mengenai hubungan antara Moskow dan Minsk.

Mereka juga menyinggung masalah penempatan senjata potensial ke Belarus, termasuk senjata nuklir, dimana Lukashenko menyebut skenario tersebut sebagai informasi "palsu."


Hindari Serangan Rusia, Ratusan Ribu Warga Ukraina Mengungsi ke Polandia

“Jika rakyat Belarus tercekik (oleh sanksi Uni Eropa), (maka) akan ada pembicaraan, tidak hanya tentang senjata nuklir, tetapi juga tentang senjata konvensional,” kata Lukashenko kepada Macron dalam pernyataan di situs resmi Kepresidenan Belarusia, dikutip RT.com.

Sementara itu, kantor Kepresidenan Perancis mengatakan bahwa Presiden Macron mengecam rencana pemerintahan Lukashenko yang akan memberi wewenang kepada Rusia untuk menyebarkan senjata nuklir di wilayah Belarusia.

Presiden Prancis tersebut juga meminta Lukashenko “untuk mendesak Rusia menarik mundur pasukan militer dari Belarusia secepat mungkin,” dan memintanya untuk “bekerja sama dengan komunitas internasional” di Ukraina.

Pemimpin Belarusia itu mengatakan dia bersedia menjadi tuan rumah untuk pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah Rusia dan Ukraina terkait negosiasi gencatan senjata.

Bukan Rusia, China Sebut Amerika Serikat Ancaman Nyata Keamanan Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia