•  

logo


Fatwa Ulama Presiden Hanya Dua Periode, MUI: Agar Terhindar dari Praktik Kecurangan

Masyarakat diminta patuh dengan hasil fatwa MUI terkait masa jabatan presiden.

27 Februari 2022 21:13 WIB

Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia.
Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyatakan bahwa hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI tahun 2021 menyebut masa jabatan presiden harus dibatasi maksimal dua periode.

Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

"Ini salah satu dasar pemilu maslahat yang terhindar dari praktik kecurangan menjadi Pemilu yang jujur dan adil (Jurdil)," kata Amirsyah dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (27/2).


Elite Politik Fokus Langgengkan Kekuasaan, AHY: Sedih Sekali Rasanya

Amirsyah lantas mengajak masyarakat agar patuh dengan hasil fatwa MUI terkait masa jabatan presiden.

Ia mengatakan bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden sudah diatur dalam UUD 1945. Dimana, Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

"Sebagai negara demokrasi yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat tidak elok terjadi tarik ulur penyelenggaraan pemilu yang membuat masyarakat pro kontra dan terbelah," ujarnya.

 

Minta Jokowi Belajar dari SBY soal Penundaan Pemilu, Relawan Anies: Ketika Saatnya Berhenti, Dia Berhenti

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati