•  

logo


Ustaz Hilmi: Tak Hanya Minyak Goreng, Permintaan Maaf Pejabat Juga Langka

Permintaan maaf dianggap langkah awal penyelesaian masalah.

27 Februari 2022 04:15 WIB

UAS dan Hilmi Firdausi (kanan)
UAS dan Hilmi Firdausi (kanan) twitter.com/hilmi28

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi angkat bicara tentang fenomena kelangkaan minyak goreng. Menurutnya, pemerintah semestinya bisa mencegah hal itu terjadi.

Dia lantas menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan enggan meminta maaf kepada rakyat. Padahal, bagi Ustaz Hilmi, permintaan maaf merupakan langkah awal untuk menanggulangi persoalan bersama.

“Selain minyak goreng yang langka, permohonan maaf dari pejabat ternyata juga langka. Padahal dengan satu kata itu, insya Allah semua selesai,” cuitnya di akun Twitter @hilmi28, dikutip Minggu (27/2).


Pernyataan Menag Jadi Polemik, HMI: Jangan Dipolitisasi Demi Hasrat Politik

Namun, diduga pernyataan Ustaz Hilmi itu juga ditujukan kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas. Belakangan ini, Yaqut menuai kecaman lantaran dianggap membandingkan suara toa masjid dengan gonggongan anjing.

Ustaz Hilmi sendiri menilai pembandingan itu kurang tepat. Oleh karena itu, iia mendesak Menag Yaqut untuk lekas meminta maaf kepada masyarakat.

“Astaghfirullahal’adziim… Maaf Pak Menteri, sepertinya kurang elok membandingkan lantunan suara dari Masjid (Adzan, Tilawah, Sholawatan dsj) dengan gonggongan anjing. Semoga segera diralat,” kicaunya.

Pengeras Suara Masjid Diatur Pemerintah, Taqy Malik: Yang Risih Dengar Azan itu Manusia Apa Setan sih?

Halaman: 
Penulis : Iskandar