logo


Dukung Invasi Rusia ke Ukraina, Presiden Iran: Ekspansi NATO adalah Ancaman Serius

Presiden Iran mengatakan bahwa ekspansi NATO ke Eropa Timur, khususnya ke Ukraina, adalah ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan kawasan, khususnya Rusia

25 Februari 2022 17:00 WIB

Presiden Iran Ebrahim Raisi
Presiden Iran Ebrahim Raisi Al Jazeera

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan bahwa bahwa ekspansi NATO adalah "ancaman serius" bagi keamanan kawasan, khususnya bagi Moskow. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (24/2) seiring dengan Rusia yang mulai melancarkan invasi militer ke Ukraina.

“Ekspansi NATO adalah ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan negara-negara merdeka di berbagai kawasan,” kata Raisi dalam panggilan telepon dengan Putin, dikutip Al Arabiya.

Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor Kepresidenan Iran, Raisi berharap invasi militer Rusia ke Ukraina akan berdampak positif bagi kawasan Eropa Timur.


Jadi Target Nomor Satu Rusia, Presiden Ukraina: Saya Akan Tetap Tinggal di Ibu Kota

"Raisi menyatakan harapan bahwa apa yang terjadi akan bermanfaat bagi bangsa dan kawasan,” tulis kantor Kepresidenan Iran dalam siaran persnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menilai memburuknya situasi krisis di Ukraina adalah hasil dari tindakan provokasi yang dilakukan oleh negara-negara NATO.

“Krisis Ukraina berakar pada provokasi NATO. Kami tidak percaya bahwa menggunakan perang adalah solusi. Penting untuk membuat gencatan senjata dan untuk menemukan resolusi politik dan demokrasi,” cuitnya.

Seperti diketahui, Rusia mulai melancarkan invasi militer ke wilayah Ukraina meskipun sudah dikecam oleh komunitas internasional, bahkan tidak sedikit negara yang menjatuhkan sanksi berat terhadap Moskow karena tindakan tersebut.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, invasi ke Ukraina tersebut perlu dilakukan untuk mencegah ekspansi NATO ke Eropa Timur yang mengancam keamanan nasionalnya.

Kanselir Jerman Sebut Vladimir Putin Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia