logo


Wagub Uu Beberkan Penyebab Kebakaran di Ponpes Miftahul Khoirot yang Sebabkan 8 Orang Santri Meninggal Dunia

Uu juga meminta kepada pihak-pihak pondok pesantren untuk terus selalu mengadakan pengecekan berkala instalasi listrik

22 Februari 2022 15:55 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat  Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot. Dok. Humas Pemprov Jawa Barat

KARAWANG, JITUNEWS.COM Peristiwa kebakaran telah melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot yang berada di Kab. Karawang pada Senin (21/02/2022). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini menyebabkan 8 orang santri yang terjebak meninggal dunia.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang juga dikenal sebagai Panglima Santri ini membeberkan penyebab kebakaran di Ponpes Miftahul Khoirot setelah mendatangi ponpes tersebut untuk melihat kondisi ponpes dan bersilaturahmi kepada kyai dan ulama yang berada di sana.

“Api menjalar ke kasur, dimana kasur itu kan cepat sekali untuk dilalap api. Nah kenapa ada korban, karena kasur tersebut disimpan di dekat tangga. Jadi santri tidak bisa turun, karena tidak bisa masuk ke tangga karena api. Jadi (mereka) terjebak,” jelas Uu saat dimintai keterangan di Purwakarta Creative Center, Kab Purwakarta pada Selasa (22/02/2022).


Wagub Jabar Tiba-tiba Cek Penerapan Prokes dan Pelayanan di Samsat, Ini Hasilnya

Uu juga menjelaskan bahwa dalam satu kamar satri yang terjebak itu, terdapat 11 santri. Namun, hanya 3 santri saja yang dapat diselamatkan oleh pengurus Ponpes Miftahul Khoirot yang membobol kamar dari samping.

Sebelumnya, diketahui bahwa penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik yang berada di Ponpes tersebut, api yang disebabkan korsleting ini mulai menyebar dan pada akhirnya membakar kasur-kasur dekat tangga tersebut.

Dengan adanya peristiwa ini, Uu juga meminta kepada pihak-pihak pondok pesantren untuk terus selalu mengadakan pengecekan berkala instalasi listrik demi kebaikan bersama. “Jangan punya rasa aman karena tidak ada kejadian. Tapi dengan bentuk kewaspadaan, dengan mengontrol aliran listrik yang ada itu adalah bentuk kewaspadaan kita, termasuk penyediaan alat pemadam kebakaran yang sekarang sudah dijual bebas,” ujar Uu kepada para wartawan.

Uu sangat sedih mendengar bahwa kejadian ini merenggut para santri juga memberikan rasa takut kepada masyarakat. Namun, ia berharap bahwa masyarakat tidak memiliki pandangan buruk terhadap Ponpes Miftahul Khoirot, karena Ponpes adalah tempat yang baik untuk mendidik anak baik duniawi maupun akhirat dan kejadian ini dijadikan sebuah pelajaran.

2021 Investasi Terbaik, Jabar Terima Penghargaan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan