logo


Hadirkan Teknologi Space Z, Robot Sparta jadi Robot Trading yang Aman di Kelasnya

robot trading adalah sebuah tools dalam investasi forex.

17 Februari 2022 15:06 WIB

Pekerja Bursa Efek Indonesia melintas diruang pemantauan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (25/7).
Pekerja Bursa Efek Indonesia melintas diruang pemantauan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (25/7). Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Penggunaan robot trading belakangan ini jadi pilihan bagi beberapa trader, baik pemula maupun yang sudah profesional. Tak hanya mampu memberikan hasil keuntungan yang optimal, penggunaan robot trading pun kini bisa jadi lebih aman, dengan hadirnya teknologi terbaru.

Mengutip dari Investopedia, robot trading adalah sebuah tools dalam investasi forex. Robot trading secara pintar membaca serangkaian sinyal, terkait kondisi pasar. Nantinya robot trading akan membantu pengguna memberikan keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan.

Robot trading juga umumnya bekerja secara otomatis dan terintegrasi dengan broker forex online atau platform penukaran lainnya. Dalam hal ini, tentu saja kita perlu memerhatikan legalitas dari broker, yang bisa dicek melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI.

Bicara soal teknologi robot trading, salah satu yang membawa teknologi terkini adalah Robot Sparta. Robot trading yang disediakan oleh PT Teknologi Otomatis Roket ini hadir dengan teknologi Space Z, yang tak hanya aman tapi juga disebut mampu memberikan hasil yang maksimal.

“Robot Sparta memiliki keamanan level tiga, tertinggi di kelasnya dengan teknologi Space Z,” ujar Fuad Zakiy pendiri PT Teknologi Otomatis Roket. Ia menambahkan, “Robot trading ini juga akan dilengkapi dengan sertifikasi NFT, sehingga tidak bisa dipalsukan kepemilikannya," kata dia di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Tak sampai di situ, sistem keamanan Robot Sparta juga disertai verifikasi transaksi oleh pihak ketiga, “Robot Sparta terdapat MQL5 dan WikiFX sebagai pihak ketiga yang memverifikasi transaksi yang dilakukan Robot Sparta secara real time,” jelas Fuad Zakiy dalam rilisnya.

Namun begitu, user atau pengguna robot trading juga perlu memerhatikan legalitas dari broker mereka. PT Teknologi Otomatis Roket pun memberikan imbauan dengan menyatakan, “Kami manajemen PT Teknologi Otomatis Roket sebagai perusahaan penyedia software dalam bentuk robot trading forex autopilot yang dikenal oleh masyarakat dengan nama Robot Sparta, mendukung Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan yang ingin menertibkan penjualan robot trading baik itu robot trading forex maupun robot trading crypto di Indonesia.”

“Akhir-akhir ini begitu masyarakat dibuat cukup resah karena maraknya modus penipuan dengan robot trading. Mulai dari kasus scamming bisnis berskema Ponzi dengan kedok robot trading, juga robot trading abal-abal dengan transaksi 'fake',” tambahnya.

Tak cuma aman, Robot Sparta juga memberikan benefit kepada para penggunanya. “Robot ini bisa punya 100 algoritma yang bisa diganti-ganti sebanyak-banyaknya. Jadi pengguna hanya perlu membayar sekali saja,” katanya.

“Sebagai contoh, misal sedang trend komoditi gold, maka kita akan pindahkan dari forex, bahkan nanti akan ada robot trading yang bermain di saham-saham Metaverse seperti Facebook atau Meta,” kata Fuad Zakiy.

PT Teknologi Otomatis Roket pun turut memberikan klarifikasi terkait dengan penyebutan Robot Sparta, yang menjadi merek dagang mereka, oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI. “Robot Sparta bisa digunakan di broker manapun yang dilisensikan langsung oleh BAPPEBTI. bahkan kami bisa dikatakan provider robot yang paling siap ketika BAPPEBTI mengesahkan penggunaan akun micro karena kami sudah mempersiapkan 'coding'-nya.

“Penjualan Robot Sparta tidak menggunakan sistem MLM dan atau skema Ponzi, Robot Sparta murni dijual secara 'direct selling’. User dapat melakukan deposit, top-up, dan withdraw kapan pun dan berapa pun nominalnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, pengguna juga PT Teknologi Otomatis Roket juga mengklaim bahwa semua transaksi dengan para penggunanya berlangsung secara transparan.

“Kami memberlakukan surat pernyataan risiko kepada semua user, terkait hak dan kewajiban yang jelas sehingga semua transparan sejak user bergabung,” katanya.

“Kami tidak memberlakukan profit sharing, namun kami tetap mengenakan maintenance fee kepada user, sebagai ganti biaya VPS sebagai server untuk membuat Robot Sparta tetap bekerja secara otomatis. Juga biaya operasional tim analis agar Robot Sparta terhindar dari malfungsi,” tambahnya.

“Kami rutin mengadakan webinar dan punya team customer support berjumlah ratusan orang untuk mengedukasi dan melayani user dengan baik. Kami memberikan file robot kepada user di dalam paket pembelian yang dilakukan oleh user,” pungkasnya.


Bertemu Calon Investor di BINUS Virtual PitchUP

Foodpreneur Di Tengah Pandemi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar