logo


Setuju Kampanye 120 Hari, PKB: Jika Terlalu Pendek Akan Membrengus Hak Rakyat

PKB sebut idealnya semua calon harus bertemu langsung dengan masyarakat Indonesia.

17 Februari 2022 10:15 WIB

Luqman Hakim
Luqman Hakim Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB Luqman Hakim mengaku sependapat dengan usulan KPU yang akan menggelar masa kampanye Pemilu 2024 digelar 120 hari. Menurutnya, waktu 120 hari tidak terlalu panjang untuk menggelar kampanye.

"Saya sependapat dengan KPU. Masa kampanye 120 hari untuk memberi waktu yang cukup bagi masyarakat mengenali semua calon anggota DPRD di dapil, calon DPD dan calon presiden-cawapres. Waktu 120 hari tidaklah panjang untuk berkampanye," kata Luqman Hakim dilansir detikcom, Rabu (16/2/2022).

Luqman menilai keberedaan media sosial dapat dimanfaatkan para calon sebagai media kampanye. Namun, kata dia, idealnya semua calon harus bertemu langsung dengan masyarakat Indonesia.


Minta KPU Revisi Usulan Anggaran Pemilu 2024, PAN: Di Luar Akal Sehat

"Jumlah kabupaten/kota di Indonesia lebih dari 510 daerah. Artinya, kalau satu hari seorang capres/cawapres berkampanye pada satu kabupaten/kota, masih kurang," ujarnya.

"Begitu juga bagi masyarakat, butuh waktu panjang untuk mengenali seluruh calon DPR di suatu dapil. Misalkan di dapil saya, Jawa Tengah VI, dengan alokasi kursi 8 dan perkiraan peserta pemilu 15 partai, maka akan terdapat 120 calon dari seluruh partai," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menilai masa kampanye yang terlalu pendek hanya akan membrengus hak rakyat untu menentukan calon secara matang. Selain itu, waktu yan terlalu singkat akan menyulitkan panitia menyiapkan logistik pemilu.

"Menurut saya, masa kampanye yang terlalu pendek akan memberangus hak rakyat untuk memilih calon-calon secara matang," ucap dia.

Pimpinan DPR Minta Menaker Mengumpulkan Pimpinan Serikat Buruh

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati