logo


Persilahkan Warga NU Nyapres, PBNU: Tapi Kami Bukan Bagian Partai Politik

PBNU dibawah kepimpinan Gus Yahya akan berfokus pada tiga hal strategis.

17 Februari 2022 09:45 WIB

PBNU
PBNU cnnindonesia.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen PBNU Imron Rosyadi Hamid menegaskan bahwa lembaganya di bawah kepemimpinan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berkomitmen untuk menjaga jarak yang sama terhadap kekuatan partai politik, termasuk tidak mendukung capres dan cawapres tertentu.

"Sebagai jam'iyyah diniyah ijtima'iyyah, PBNU tidak dalam posisi dukung-mendukung capres/cawapres," kata Imron Rosyadi Hamid kepada wartawan, Kamis (17/2/2022).

Ia mengatakan bahwa PBNU dibawah kepimpinan Gus Yahya akan berfokus pada tiga hal strategis.


Jika PDIP dan NU Beriringan, Megawati Yakin Segala Ancaman Bangsa Bisa Diatasi

"PBNU juga tidak dalam posisi menjauhi atau mendekati partai politik tertentu. Tetapi PBNU justru ingin menegaskan bahwa prinsip equi distance (mengambil jarak yang sama dengan semua kekuatan parpol) akan terus ditegakkan di era Kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf," ujar Imron.

"Penegakan prinsip equi distance ini jauh lebih penting dan lebih strategis dalam membangun NU di era Kepemimpinan Gus Yahya yang berbasis pada tiga pilar strategis: kebangkitan intelektual, kebangkitan kewirausahaan, dan kebangkitan teknokratis warga NU, daripada sekadar dukung mendukung capres/cawapres," sambungnya.

Meski demikian, ia mempersilahkan warga NU yang hendak maju sebagai capres maupun cawapres di pemilu mendatang. Namun, ia mengingatkan agar tidak menggunakan PBNU sebagai alat untuk maju di Pilpres.

"PBNU tetap menghormati hak konstitusional warga NU untuk maju menjadi capres/cawapres sepanjang disalurkan melalui saluran-saluran yang tepat (parpol) bukan menggunakan lembaga NU. NU merupakan rumah besar bagi semua kekuatan politik, dan bukan menjadi bagian dari partai politik," tandasnya.

Tanggapi Polemik Khalid Basalamah, PBNU: Wayang Jadikan Banyak Orang Masuk Islam

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati