logo


Terlalu Banyak Buang Waktu, Iran Desak Negara Barat Segera Mulai Negosiasi Perjanjian Nuklir

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Iran ingin agar proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir 2015 yang saat ini tengah berlangsung di Wina untuk dilanjutkan.

15 Februari 2022 12:30 WIB

Proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir Iran di Wina
Proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir Iran di Wina Sputniknews

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Senin (14/2) mengatakan bahwa Republik Islam Iran "sedang terburu-buru" untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklirnya dengan kekuatan dunia dan menuduh kekuatan Barat selama ini sudah membuang-buang waktu.

"Iran sedang terburu-buru untuk mencapai kesepakatan yang baik ... yang mengamankan hak dan kepentingan kami," kata Hossein Amir-Abdollahian kepada wartawan di Teheran, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan.

Amir-Abdollahian mendesak negara-negara Barat untuk segera memulai kembali proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir Iran 2015 yang juga dikenal sebagai kesepakatan JCPOA.


Inggris Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Bakal Dilakukan pada Pekan Ini

“Alih-alih bermain dengan teks dan bermain dengan waktu, pihak Barat harus menunjukkan niat mereka yang sebenarnya untuk kembali ke kewajiban penuh mereka di bawah JCPOA,” katanya, menggunakan akronim untuk nama resmi kesepakatan nuklir Iran 2015, Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.

Ia menambahkan bahwa jika AS, Inggris, Prancis, dan Jerman serius untuk kembali memenuhi kewajiban mereka di bawah aturan JCPOA, kesepakatan jangka pendek yang baik dapat segera tercapai.

Pembicaraan soal rencana pemulihan perjanjian nuklir Iran 2015 antara Iran, Rusia, Cina, Prancis, Jerman dan Inggris saat ini sedang berlangsung di Wina.

Sementara Amerika Serikat yang menarik diri dari kesepakatan pada 2018 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump saat itu, juga ikut berpartisipasi secara tidak langsung dalam pembicaraan karena Iran menolak bernegosiasi secara langsung dengan Washington.

“AS, dalam pesan yang berulang kali disampaikannya ke Iran melalui perantara, berbicara tentang niat baik untuk mencapai kesepakatan, tetapi sejauh ini belum ada peristiwa nyata di lapangan yang menggambarkan niat baik yang diklaim oleh Amerika,” kata Amir-Abdollahian.

Konflik Ukraina-Rusia Diyakini Berakhir Tanpa Perang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia