logo


Curiga Pelambatan Internet di Wadas Cegah Informasi Menyebar, YLBHI Singgung Kasus Internet di Papua

Isnur menilai pelambatan koneksi internet di Wadas sama halnya dengan pelambatan internet di Papua usai isu rasisme di Surabaya

13 Februari 2022 19:40 WIB

Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur
Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur mengaku curiga pelambatan internet di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah sebagai upaya untuk mencegah menyebarnya informasi.

"Kami curiga ada upaya mencegah publikasi kemudian live stream atau kemudian penyebarluasan informasi dengan cepat melalui sosial media dengan cara apa, dengan cara pelambatan (internet)," kata Isnur dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (13/2/2022).

Isnur menilai pelambatan koneksi internet di Wadas sama halnya dengan pelambatan internet di Papua usai isu rasisme di Surabaya. Saat itu, kata dia, insiden pelambatan internet digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.


Komnas HAM Minta GP Ansor Rekatkan Warga Wadas, Luqman Hakim Tegaskan Dampingi Sampai Kehidupan Pulih

Hasilnya, pengadilan memutuskan Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melawan hukum terkait pemblokiran dan pelambatan koneksi internet di Papua pada tahun 2019.

"Ini terulang kembali di Wadas, kami curiga seperti ini," ucap Isnur.

Selain pelambatan internet, ia menyebut pemadaman listrik di Desa Wadas juga berdampak pada penyebaran informasi yang terganggu.

"Listrik yang padam menyebabkan banyak hal, informasi misalnya televisi ataupun handphone yang lowbat enggak bisa dilakukan untuk percepatan informasi ke luar," pungkasnya.

 

Dialog Bersama Warga Wadas, Ganjar: Ikhtiar Cari Solusi Terbaik

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati