logo


Rusia Minta Jerman Tak Ikutan Kirim Senjata ke Ukraina

Duta besar Rusia untuk Jerman mengatakan bahwa pengiriman senjata militer dari Jerman ke Ukraina hanya akan berdampak buruk terhadap hubungan bilateral kedua negara

11 Februari 2022 20:30 WIB

Pasukan militer Ukraina
Pasukan militer Ukraina istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechaev mengatakan bahwa pasokan senjata mematikan dari Jerman ke Ukraina tidak dapat diterima dan tidak akan berkontribusi pada pengembangan hubungan bilateral antara Rusia dan Jerman.

"Politisi terkemuka negara itu, termasuk Kanselir [Olaf Scholz] dan Menteri Luar Negeri Jerman [Annalena Baerbock], berbagi pemahaman bahwa memasok senjata mematikan ke Ukraina tidak dapat diterima, mengingat bahwa hal itu sama sekali tidak akan memfasilitasi proses penyelesaian atau pembangunan yang konstruktif terhadap pengembangan hubungan bilateral Rusia-Jerman," kata Nechaev, dikutip Sputniknews.

Dalam beberapa pekan terakhir, Kiev telah berulang kali mengkritik Berlin yang sebelumnya menolak untuk memberikan bantuan militer langsung ke Ukraina serta menghalangi pengiriman senjata oleh sekutu NATO.


AS Kerahkan Pasukan Militer Tambahan ke Eropa Timur, Begini Reaksi Rusia

Olaf Scholz pada hari Senin awal pekan ini mengatakan bahwa Jerman tidak akan mengizinkan ekspor senjata ke daerah krisis karena dapat memicu eskalasi konflik. Ia menegaskan bahwa Jerman berusaha untuk mendukung Ukraina secara ekonomi, bukan militer.

Rusia sendiri dengan tegas membantah memiliki niat untuk meningkatkan situasi krisis di Ukraina dan telah berulang kali menyatakan bahwa tuduhan invasi Rusia ke Ukraina digunakan sebagai alasan oleh negara-negara barat untuk meningkatkan kehadiran militer NATO di Eropa Timur.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Moskow selama ini tidak menghasut krisis separatis di Ukraina Timur. Ia balik menuding negara barat lah yang sengaja mendorong Ukraina untuk tidak mematuhi perjanjian Minsk, sebuah perjanjian yang memungkinkan krisis separatisme di wilayah Donbas selesai dengan cara diplomatis.

Norwegia Tak Bisa Bantu Kirim Lebih Banyak Pasokan Gas Alam untuk Uni Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia