logo


Kecam Pelambatan Akses Internet di Wadas, AJI Sebut Upaya Pemerintah Tutupi Kekerasan Aparat

AJI dan sejumlah organisasi juga mengecam tindakan kepolisian yang melakukan sweeping terhadap handphone milik warga

10 Februari 2022 06:00 WIB

Ilustrasi Internet Explorer
Ilustrasi Internet Explorer PCMag.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Organisasi yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, AJI Semarang, AJI Purwokerto, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Yogyakarta mengecam pelambatan akses inernet di Desa Wadas, Purworejo. Mereka menduga pelambatan itu merupakan upaya pemerintah untuk menutupi kekerasaan yang dilakukan oleh aparat.

"Melalui dugaan pelambatan akses jaringan internet tersebut, ada upaya agar publikasi informasi atas aksi kekerasan aparat terhadap warga yang menolak pelaksanaan pengukuran tanah itu bisa dihambat, sehingga tidak diketahui publik," demikian keteragan tertulis dari beberapa organisasi tersebut, Rabu (9/2/2021)

Mereka juga menduga bahwa pembatasan akses internet dilakuukan untuk memuluskan upaya pengukuran lahan tambang andesit yang akan dibangun proyek bendungan.


Klaim Penambangan di Wadas Ilegal, Ganjar: Orang Boleh Berdebat, Saya Harus Eksekusi

Disisi lain, LBH Yogyakarta mengecam peretasan akun media sosial resminya setelah mengunggah aksi respresif aparat kepolisian di Desa Wadas. Mereka menyabut ada upaya yang sengaja dilakukan untuk memutus akses informasi.

"Kami menilai, peretasan akun media sosial LBH Yogyakarta telah memutus akses keterbukaan informasi bagi publik terkait perkembangan terkini situasi di Desa Wadas yang dilindungi Undang-undang," ujarnya.

Lebih lanjut, mereka mengecam tindakan kepolisian yan melakukan sweeping terhadap handphone milik warga. Polisi, kata mereka, telah melanggar kebebasan berekspresi warga.

"Hal ini tentu tidak bisa dibenarkan karena tidak ada landasan hukumnya. Bahkan tindakan aparat kepolisian tersebut diduga melanggar hak kebebasan berekspresi dan berpendapat yang diatur dalam Pasal 28F UUD 1945," pungkasnya.

 

Bantah Klaim Mahfud Md, Warga Wadas: Kondisi Masih Mencekam, Masjid Dipenuhi Polisi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati