logo


Ribuan Polisi Kepung Wadas, KontraS ke Polda Jateng: Tarik Mundur Seluruh Aparat!

Fatia menilai penangkapan warga oleh polisi menunjukkan tindakan sewenang-wenang

9 Februari 2022 04:30 WIB

Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti
Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Fatia Maulida mengecam penyerbuan ribuan aparat Kepolisian dan kriminalisasi terhadap sejumlah warga yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2). Ia meminta agar Polda Jateng menarik mundur aparat dari Desa Wadas.

"(Meminta) Polsek Bener untuk membebaskan semua warga yang telah ditangkap secara sewenang-wenang. (Terutama) Polda Jateng (harus) menarik mundur seluruh aparat yang melakukan pengamanan dalam pengukuran tanah di Desa Wadas," kata Fatia dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022).

Fatia menilai penangkapan warga oleh polisi menunjukkan tindakan sewenang-wenang. Bahkan, kata dia, ribuan aparat yang menyisir Desa Wadas adalah tindakan intimidatif terhadap warga yang menolak keberadaan pertambangan.


Tangkap Pegiat Medsos Adam Deni, Polisi: Transmisikan Dokumen Elektronik Tanpa Hak

"Upaya yang dilakukan pihak kepolisian jelas-jelas menunjukkan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa penangkapan sewenang-wenang aparat kepolisian menunjukkan bahwa masalah pelanggaran HAM di Desa Wadas sangat pelik. Ia juga menilai bahwa pengerahan aparat dalam jumlah besar menunjukkan tidak adanya sikap proporsionalitas, preventif dan masuk akal.

"Kami mengkhawatirkan sikap sewenang-wenang ini terus dilakukan tanpa mengindahkan kepentingan publik," ucap dia.

Arteria Dahlan Tak Bisa Dipidanakan, MKD DPR Sebut Hak Imunitas Bersifat Mutlak

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati