logo


Banjir Produk Impor China Penyebab Utama Meningkatnya Pengangguran di India

Politikus India menilai angka pengangguran yang tinggi di negaranya merupakan dampak dari meningkatnya ketergantungan India terhadap produk impor China

5 Februari 2022 11:30 WIB

Ilustrasi India
Ilustrasi India istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Rahul Gandhi, pemimpin partai oposisi di India, mengatakan bahwa ketergantungan India yang terus meningkat pada impor dari China adalah alasan utama meningkatnya jumlah pengangguran di negara Asia Selatan tersebut.

India, seperti AS, saat ini terlibat dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan perekonomiannya dari China, meskipun Beijing secara konsisten menjadi salah satu rekan perdagangan India terbesar dalam satu dekade terakhir.

Sebuah video yang dibagikan oleh Gandhi di media sosialnya pada Jumat (4/2) menggarisbawahi bahwa impor India dari China telah meningkat 46 persen pada tahun 2021.


Moskow Bakal Kirim Pasukan Militer ke Amerika Latin, Begini Komentar Dubes Rusia

Nilai impor China ke India mencapai angka $100 miliar untuk pertama kalinya pada tahun 2021, menurut data yang dirilis oleh Administrasi Umum Kepabeanan Republik Rakyat Tiongkok (GACC) bulan ini.

Lonjakan impor China tahun lalu didorong oleh meningkatnya permintaan barang-barang elektronik, seperti smartphone, komoditas pupuk dan bahan kimia khusus serta bahan farmasi aktif (API).

Perdagangan bilateral keseluruhan antara New Delhi dan Beijing tercatat mencapai $125 miliar pada tahun 2021 yang sangat condong mendukung China, dengan defisit perdagangan juga mengalami peningkatan dari tahun-ke-tahun, yakni $45,9 miliar pada tahun 2020 menjadi $69,4 miliar tahun lalu.

Video yang dibagikan oleh Gandhi juga menarik perbandingan antara tingkat impor China ke India sebelum dan setelah 2014, ketika Narendra Modi pertama kali menjabat sebagai perdana menteri India.

"Sementara Perdana Menteri Modi berjanji bahwa dia akan mendorong 'Made in India', apa yang sebenarnya terjadi selama tujuh tahun terakhir adalah kami terus membeli dari China," kata Gandhi.

Pulihkan Perjanjian Nuklir, AS Mulai Longgarkan Sanksi Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia