logo


Sesalkan BNPT Sebut Pesantren Teralifiasi Teroris, PB HMI: Tidak Bisa Sekedar Minta Maaf

sejak awal pernyataan Kepala BNPT memang sangat mengganggu, bahkan cenderung melecehkan

4 Februari 2022 15:13 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- PJ Ketua Umum PB HMI Romadhon menegaskan pernyataan Kepala BNPT, Boy Rafli Amar tentang 198 pesantren yang terafiliasi teroris sungguh sangat melukai.

Menurutnya pernyataan Kepala BNPT itu penyelesaiannya tidak bisa sekedar minta maaf di hadapan MUI, tapi di hadapan ummat melalui media elektronik.

Dia menegaskan sejak awal pernyataan Kepala BNPT memang sangat mengganggu, bahkan cenderung melecehkan ketika dikatakan ada ratusan pesantren terafiliasi paham radikalisme.


Soal 198 Pesantren Terpapar Terorisme, Persis: BNPT Harus Buka Datanya

"Sebagai alumni pesantren, kami justru dididik untuk memahami nilai-nilai keagamaan dan Kebangsaan secara bergandengan," ujar Romadhon di Jakarta, Jumat (4/2/2022).

"Itu sebabnya PB HMI mendesak agar kepala BNPT harus banyak belajar dan dididik profesional. Kami menyarankan agar sebaiknya dilakukan rekruitmen ulang untuk mengganti seluruh personilnya. Saran saya, Boy Rafly Amar juga harus segera dicopot dan diganti oleh yang lebih berintegritas," imbuhnya.

Romadhon menambahkan Teroris itu musuh kita bersama, tapi harus ditangani ahlinya. Harusnya ada investigasi, pelajari dan amati baru mengambil kesimpulan. Sehingga datanya bisa dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. Jika kejadian seperti ini artinya menyebar berita bohong dan membuat kegaduhan.

"Jika dasar kajiannya adalah individu yg tersangkut paham radikalisme sehingga menyebabkan sebuah ponpes terafiliasi teroris, maka apakah bisa disamakan dengan seorang koruptor yang berasal dari lembaga atau partai, lembaga atau partai tersebut terafiliasi korupsi?" Sebut Putra asal Madura ini

Jika di Jepang, pejabat semacam ini dengan berjiwa satria sudah mundur sebagai pertanggungjawaban moral. Di Indonesia malah enak saja menyebar berita hoax lalu minta maaf dan semua selesai.

PB HMI tetap konsisten menolak segala macam gerakan radikalisme, hal ini dibuktikan dengan training formal maupun non formal HMI yang mengajarkan tentang paham Islam rahmatan lil alamin.

"Itu sebabnya kami menolak ada pejabat negara yang bicara tanpa data di depan publik," tutup Romadhon.

Berharap Jadi Benteng Terorisme, Ma'ruf Amin Singgung Kontribusi PKS

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar