logo


Sesalkan Pembongkaran Kubah Masjid Ahmadiyah di Sintang, Eko Kuntadhi: Kalau Diubah Bentuknya Kayak Gereja, Marah Lagi

Membongkar bangunan masjid itu keterlaluan.

2 Februari 2022 05:33 WIB

Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi twitter.com/eko_kuntadhi

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi turut menyesalkan aksi pembongkaran kubah masjid Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang, Kalimantan Barat. Menurutnya, tindakan itu sudah kelewat batas.

Eko heran pembongkaran itu dilakukan seolah pelaku tak menghendaki adanya masjid. Sedangkan kalau dialihfungsikan menjadi tempat ibadah umat lain, menurut Eko, sang pelaku juga tak kalah marahnya.

“Masjid Ahmadiyah dibongkar di Sintang. Kalimat syahadat dihapus. Kubah dibongkar. Mungkin agar gak diakui sebagai masjid. Nanti kalau diubah bentuknya kayak gereja. Marah lagi,” cuitnya di akun Twitter @_ekokuntadhi, Rabu (2/1).


Tegaskan Tak Ada Masjid Radikal, JK: Mungkin dari Sisi Caranya Berbicara Ada

Dia lantas berpesan ke warga setempat, terutama yang tidak menganut Ahmadiyah, untuk mengedepankan toleransi dalam beragama.

“Tidak setuju dengan Ahmadiyah silakan. Tapi membongkar masjid itu keterlaluan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi dalam merespons pembongkaran, mengimbau agar rumah ibadah tersebut tetap difungsikan sebagai masjid bagi seluruh umat Islam.

“Rumah ibadah JAI yang sudah berdiri di Sintang agar tetap difungsikan sebagai masjid yang bisa dimanfaatkan seluruh umat muslim," ujar Wawan Djunaidi dalam pernyataan resminya, Minggu (30/1).

Wawan menambahkan, jika rumah ibadah itu dimanfaatkan untuk fungsi yang lain, semestinya melalui persetujuan jemaah Ahmadiyah selaku pemilik lahan dan bangunan.

Pesantren, Masjid, dan Terorisme

Halaman: 
Penulis : Iskandar