logo


Tegaskan Tak Ada Masjid Radikal, JK: Mungkin dari Sisi Caranya Berbicara Ada

JK mengatakan bahwa tidak ada masjid radikal

1 Februari 2022 05:30 WIB

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa tidak ada masjid radikal. JK mengatakan bahwa masjid dipakai untuk beribadah.

"Masjid dianggap radikal, masjid itu sesuatu baitullah. Sesuatu bangunan yang dipakai untuk beribadah," kata JK dalam acara rakernas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, (31/1).

JK menegaskan bahwa yang salah adalah pembicaranya bukan masjidnya.


BNPT Sebut 198 Ponpes Terafiliasi Terorisme, JK: Silakan Ambil Tindakan

"Jadi kalau ada yang salah, bukan masjidnya yang salah, siapa yang berbicaranya siapa yang berbicara. Tapi kalau memang salah, ya, diperiksakan. Jangan masjidnya yang dianggap salah, gitu, kan," sambungnya.

JK mengatakan bahwa tidak ada masjid yang radikal. Menurutnya, mungkin ada pembicara di masjid yang radikal.

"Tidak ada masjid yang radikal karena itu mungkin saja dari sisi caranya berbicara ada," ujar JK.

JK meminta aparat untuk memeriksa orang yang bermasalah apabila dinilai melanggar undang-undang.

"Jadi ini masalah-masalah, ukuran-ukuran jangan seenaknya juga menuduh orang bermacam-macam," ujar JK.

"Kalau melanggar undang-undang ya dia yang diperiksa kan," tambah JK.

JK: Indonesia Termasuk Negara yang Tingkat Ketidakadilannya Agak Tinggi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata