logo


Sebuah Kesalahan bagi Eropa dan WHO untuk Tidak Memberikan Ijin Vaksin Covid Rusia

Presiden Argentina mengatakan bahwa keputusan Eropa dan WHO untuk tidak memberikan ijin penggunaan vaksin Covid-19 Rusia didasari oleh kepentingan politik, dan itu adalah sebuah kesalahan

29 Januari 2022 20:17 WIB

Vaksin Sputnik V buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia istimewa

BUENOS AIRES, JITUNEWS.COM - Presiden Argentina Alberto Fernandez mengatakan bahwa adalah sebuah "kesalahan" bagi Eropa dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk tidak segera memberikan persetujuan atau ijin penggunaan vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V.

"Saya pikir itu adalah kesalahan Eropa [untuk tidak menyetujui Sputnik V], dan saya pikir itu ditentukan oleh pertimbangan geopolitik karena kami memiliki lembaga untuk mengontrol dan menyetujui obat-obatan dan vaksin, yang merupakan salah satu yang paling berkualitas di dunia. ...Saya tahu bahwa lembaga kita sangat menuntut, dan mereka menyetujuinya [vaksin], jadi saya tidak memiliki penjelasan mengapa dibutuhkan begitu lama di Eropa," kata Fernandez dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, RT.com.

Presiden negara Amerika Selatan itu juga mengatakan bahwa dia sudah memberi tahu presiden negara-negara Eropa dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bahwa vaksin Rusia sangat efektif dalam mencegah infeksi Covid-19.


NATO Hanya jadi Organisasi yang Jalankan Agenda Militer AS

Sejak 4 Maret 2021, Sputnik V telah menjalani evaluasi dengan European Medicines Agency. Padahal, vaksin tersebut sejauh ini telah disetujui di 71 negara di seluruh dunia dengan populasi keseluruhan melebihi 4 miliar orang. Menurut pengembang vaksin, Gamaleya Institut, tingkat efektivitas Sputnik V dalam mencegah infeksi Covid-19 mencapai 97,6%. Angka tersebut didapat berdasarkan analisis data dari 3,8 juta orang Rusia yang divaksinasi.

Inggris Siapkan Skenario Baru untuk Cegah Invasi Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia