logo


Inggris Siapkan Skenario Baru untuk Cegah Invasi Rusia

Kemenhan Inggris dikabarkan tengah mempersiapkan skenario terbaru untuk mencegah invasi Rusia ke Ukraina

29 Januari 2022 19:33 WIB

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Inggris telah menyiapkan skenario baru untuk mencegah invasi Rusia, termasuk mengirim lebih banyak pasukan NATO ke Eropa Timur. Rencana tersebut akan dipertimbangkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson akhir pekan ini. Hal itu disampaikan oleh seorang narasumber kepada Sputniknews.

“Intervensi signifikan ini [sanksi baru terhadap Rusia] datang setelah perdana menteri meminta kepala pertahanan dan keamanan untuk mempertimbangkan opsi militer defensif lebih lanjut di Eropa selama pengarahan intelijen tingkat tinggi tentang situasi minggu lalu,” kata narasumber anonim tersebut.

“Dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, petinggi militer menetapkan berbagai opsi untuk mengurangi agresi Rusia yang berkembang di kawasan itu, termasuk pengerahan baru dan memperkuat pertahanan NATO. Perdana menteri sedang mempertimbangkan opsi itu akhir pekan ini,” tambahnya.


Dampak Buruk Sanksi Ekonomi terhadap Rusia Juga Bakal Dirasakan oleh Eropa

Hubungan antara Moskow dan London telah memburuk selama beberapa minggu terakhir. Inggris mengklaim bahwa Rusia berencana untuk "menyerang Ukraina" dan "memasang pemerintahan boneka" di Kiev. Inggris bahkan menunjuk mantan anggota parlemen Ukraina, Yevhen Murayev, sebagai calon potensial untuk memimpin pemerintahan pro-Rusia di Ukraina. Padahal, tokoh tersebut telah diberi sanksi oleh Moskow pada 2018.

Menurut media Inggris, kabinet telah mempertimbangkan untuk memutuskan Rusia dari sistem antar bank SWIFT dan memberlakukan pembatasan pada pipa Nord Stream 2.

Rusia sendiri telah berulang kali membantah tuduhan tentang "rencana invasi", menambahkan bahwa mereka tidak mengancam siapa pun dan tidak akan menyerang siapa pun.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menekankan bahwa spekulasi tentang "agresi Rusia" digunakan sebagai dalih untuk mengerahkan lebih banyak pasukan NATO di Ukraina, dekat perbatasan Rusia.

NATO Hanya jadi Organisasi yang Jalankan Agenda Militer AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia