logo


NATO Hanya jadi Organisasi yang Jalankan Agenda Militer AS

Seorang analis mengatakan bahwa NATO saat ini sudah menjadi organisasi tanpa tujuan setelah keruntuhan Uni Soviet

29 Januari 2022 16:30 WIB

NATO
NATO Reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Koordinator United National Antiwar Coalition (UNAC) Joe Lombardo mengatakan kepada Sputniknews bahwa NATO menjadi organisasi tanpa tujuan setelah runtuhnya Uni Soviet, tetapi Amerika Serikat memutuskan untuk terus membangun aliansi dan mengubahnya menjadi kekuatan yang menjalankan agenda militer Washington.

Selama beberapa bulan terakhir, hubungan antara Amerika Serikat dan NATO di satu sisi dan Rusia di sisi lain telah ditandai dengan meningkatnya ketegangan atas rencana aliansi untuk memperluas keanggotaan ke Eropa Timur, termasuk di Ukraina. Rusia telah mengatakan langkah seperti itu oleh NATO merupakan ancaman bagi keamanan nasionalnya dan tidak akan mengizinkannya.

"Adalah baik bahwa beberapa negara anggota NATO menentang langkah agresif Amerika Serikat di Ukraina," kata Lombardo.


Rusia Sudah Kirim 12 Rudal Anti-Pesawat dan Sistem Artileri ke Belarusia

"NATO tidak memiliki tujuan setelah jatuhnya Uni Soviet tetapi AS terus membangunnya dengan negara-negara di seluruh dunia dan itu hanya menjadi kekuatan untuk melaksanakan agenda militer AS di seluruh dunia seperti di Afghanistan. Saya tidak berpikir orang-orang Eropa menginginkan perang dengan Rusia dan ini memberi tekanan pada pemerintah mereka," tambahnya.

Lombardo mengatakan dia yakin sangat penting bahwa Rusia tidak mundur dari posisinya agar Ukraina tidak menjadi bagian dari aliansi dan bagi pasukan NATO dan AS untuk menarik diri dari negara-negara bekas Soviet dan bekas negara-negara Pakta Warsawa seperti yang disepakati pada tahun 1990 .

"Amerika Serikat tidak terlalu baik dalam menjaga sisi perjanjian ini seperti yang telah kita lihat dengan penarikannya dari perjanjian JCPOA dengan Iran, berbagai perjanjian nuklir dan hampir setiap perjanjian yang ditandatangani dengan masyarakat adat AS," katanya.

"Jika dibiarkan terus melanggar kesepakatan, ini akan terus terjadi dan tidak ada dari kita yang akan selamat," tukasnya.

Dampak Buruk Sanksi Ekonomi terhadap Rusia Juga Bakal Dirasakan oleh Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia