logo


Minta Kasus Edy Mulyadi Diusut Pakai UU Pers, Pengacara: Ia Bicara Sebagai Wartawan Senior

Edy Mulyadi harusnya diperiksa apakah pernyataannya yang menyinggung Kalimantan melanggar kode etik pers atau tidak

29 Januari 2022 04:47 WIB

Edy Mulyadi
Edy Mulyadi MimbarTube

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kuasa hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir meminta pihak kepolisian menggunakan UU Pers dalam mengusut kasus hukum yang menjeratnya kliennya. Ia menyebut Edy berbicara tentang Kalimantan dalam kapasitasnya sebagai wartawan senior.

"Ingat ya, Pak Edy ini seorang wartawan senior, artinya pemanggilan itu, dia bicara itu sebagai wartawan senior, bukan atas nama apa gitu loh. Artinya, kita juga ingin UU Pers diberlakukan lah," kata Herman Kadir di Bareskrim Polri, Jumat (28/1/2022).

"Kapasitas Pak Edy berbicara di situ sebagai wartawan senior, saya ada undangannya. Beliau diundang sebagai wartawan senior artinya tetap saja tidak bisa terlepas dari insan pers," sambungnya.


Buntut Polemik 'Jin Buang Anak', Pengacara Sebut Edy Mulyadi Diteror

Oleh karena itu, ia menilai bahwa kasus Edy Mulyadi harusnya diselesaikan oleh Dewan Pers. Edy, kata dia, harusnya diperiksa apakah pernyataannya yang menyinggung Kalimantan melanggar kode etik pers atau tidak.

"Pemanggilan seorang wartawan senior haruslah melalui dewan pers terlebih dahulu. Kan kode etik pers ada di situ, kalau memang dia melanggar ya silakan. Artinya prosedur hukum itu, sudah ada kerja sama Polri dengan PWI. Artinya sudah jelas di situ, kalau memang apa, diselesaikan dulu lewat dewan pers," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan apabila Edy Mulyadi terbukti melangar kode etik maka kliennya disebut akan bersikap kooperatif. Ia menyebut Edy akan menghadapai proses hukum selama proses hukum itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita akan menghadapi secara gentleman sebagai warga negara Indonesia, apapun prosedur pemanggilan itu sepanjang tidak melanggar hukum kita akan datang," pungkasnya.

Edy Mulyadi Tak Penuhi Panggilan Polisi, Abu Janda: Pengecut!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati