logo


China Ijinkan Kepala Badan HAM PBB Berkunjung ke Xinjiang Usai Olimpiade Musim Dingin Beijing

Pemerintah China dikabarkan telah memberikan ijin bagi PBB untuk berkunjung ke Xinjiang, untuk melihat dan membuktikan kebenaran tuduhan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur

28 Januari 2022 13:15 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

BEIJING, JITUNEWS.COM - Komisaris PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Michelle Bachelet telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk mengunjungi provinsi Xinjiang di Cina barat pada paruh pertama tahun 2022 setelah berakhirnya Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal itu dilaporkan oleh South China Morning Post pada Kamis (27/1).

Olimpiade Musim Dingin Beijing sendiri akan dimulai pada 4 Februari dan berakhir pada 20 Februari, dan dilanjutkan dengan event Paralimpic pada 4 Maret hingga 13 Maret.

“China juga mengatakan intinya adalah bahwa UNHCR tidak boleh mempublikasikan laporan Xinjiang,” kata seorang narasumber anonim kepada South China Morning Post.


Ukraina Bilang Rusia Akan Tetap di Jalur Diplomatik Setidaknya hingga Dua Pekan ke Depan

“China juga menjelaskan bahwa mereka ingin mendefinisikan perjalanan itu sebagai kunjungan persahabatan alih-alih penyelidikan dengan praduga bersalah,” tambahnya.

Bachelet telah berusaha melakukan perjalanan ke Xinjang sejak 2018, atau sejak munculnya isu terkait adanya satu juta warga etnis minoritas muslim Uighur yang ditahan dalam kamp-kamp konsentrasi oleh pemerintah China.

Pada bulan Oktober kemarin, Chen Xu, duta besar China untuk PBB di Jenewa, juga sudah mengatakan bahwa Bachelet akan diijinkan untuk berkunjung ke Xinjiang, tetapi kunjungannya tersebut “harus menjadi kunjungan persahabatan daripada penyelidikan berdasarkan praduga bersalah. Jadi, kunjungan itu sifatnya kerjasama yang bersahabat, bukan seperti jaksa."

Isu pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh China terhadap etnis minorotas muslim di Xinjiang tersebut menjadi alasan kuat bagi negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat, untuk menjatuhkan tekanan dan sanksi terhadap China. Isu tersebut juga dijadikan alasan oleh pemerintahan Joe Biden untuk melakukan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing.

China Minta AS Tanggapi Kekhawatiran Rusia terkait Keamanan Nasionalnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia