logo


11 dari 48 Penghuni Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Negatif Narkoba, Ini Kata BNN

BNN sebut sejumlah penghuni kerangkeng telah dibawa pulang oleh keluarganya.

28 Januari 2022 06:30 WIB

Logo BNN.
Logo BNN. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK dalam kasus suap pengaturan paket proyek infrastruktur dan proyek Dinas Pendidikan tahun anggaran 2020-2022 mengklaim bahwa kerangkeng manusia dirumahnya merupakan tempat rehablitasi warga yang kecanduan narkoba.

Namun Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Langkat mengaku heran dengan pernyataan Rencana Perangin Angin itu. Pasalnya, 11 dari 48 orang penghuni kerangkeng dinyatakan negatif narkoba,

"Hari pertama ada 7 orang, hari kedua ada 2 orang dan hari ini ada 2 orang yang mengikuti assessment. Assessment itu berdasarkan arahan Direktur Ditresnarkoba Polda Sumut," kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala BNN Kabupaten Langkat, Rosmiyati dilansir CNNIndonesia, Kamis (27/1/2022).


Soal Kerangkeng Manusia, Gubsu Edy: Niatnya Bagus

"Gak ada yang positif narkoba. Karena hasil assessment ada rawat inap dan rawat jalan, maka kami arahkan supaya mereka ikuti itu. Itu tergantung hasil assessment, dokter yang tau. Jadi saat assessment itu ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh klien," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku tidak tahu pasti alasan penghuni kerangkeng lainnya enggan mengikuti assesmen BNN Langkat. Ia menyebut sejumlah penghuni telah dibawa pulang oleh keluarganya.

"Saya kurang tau kenapa mereka tidak datang ikut assessment. Tapi keterangan dari kepala desa mereka dibawa keluarganya. Tapi kepala desa kan tidak bisa memaksa atas kesediaan keluarganya ikut assessment," pungkasnya.

 

Rehabilitasi Cuma Kedok, Migrant Care: Kerangkeng Bupati Langkat Tetap Perbudakan Modern

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati