logo


Menlu Rusia Bilang AS Belum Beri Jawaban soal Permintaan Penghentian Ekspansi NATO ke Eropa Timur

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa permintaan Rusia soal penghentian ekspansi NATO ke Eropa Timur belum mendapat tanggapan dari AS

27 Januari 2022 20:45 WIB

Bendera Rusia dan Amerika Serikat
Bendera Rusia dan Amerika Serikat istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada Kamis (27/1), mengatakan bahwa dalam tanggapan tertulisnya Amerika Serikat belum memberikan jawaban atas permintaan Rusia terkait penghentian ekspansi NATO ke wilayah Eropa Timur.

"Tidak ada reaksi positif pada masalah utama dalam dokumen ini. Masalah utama adalah posisi kami yang jelas bahwa ekspansi NATO lebih lanjut ke timur dan penyebaran senjata serang yang dapat mengancam wilayah Federasi Rusia tidak dapat diterima," kata Lavrov kepada wartawan.

Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia sedang meninjau tanggapan AS.


Peretas China Disebut Lakukan Serangan Siber terhadap Perusahaan Farmasi dan Teknologi Jerman

"Isi dokumen - ada reaksi yang memungkinkan kami mengandalkan awal percakapan serius, tetapi pada masalah sekunder," tambah Lavrov.

Isi tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal Rusia tentang jaminan keamanan akan segera diketahui, kata diplomat tinggi Rusia itu.

“Mengenai isi tanggapan, saya pikir itu akan diketahui masyarakat umum dalam waktu dekat, karena, seperti yang dikatakan rekan-rekan Amerika kami, meskipun mereka lebih suka dokumen itu tetap untuk dialog diplomatik rahasia, dokumen itu telah disetujui oleh semua negara sekutu AS dan pihak Ukraina. Oleh karena itu, saya tidak ragu bahwa dalam waktu dekat itu akan 'bocor'," tambahnya.

Dia juga menekankan bahwa Moskow sedang mempertimbangkan tanggapan AS dan NATO tentang jaminan keamanan secara keseluruhan.

Menurut Lavrov, Amerika Serikat sengaja bertujuan untuk menghindari diskusi tentang perlunya mengikuti prinsip keamanan yang tidak dapat dibagi-bagi, dan Rusia tidak siap untuk menerima ini.

“Prinsip bahwa seseorang tidak boleh memperkuat keamanannya dengan mengorbankan keamanan orang lain sengaja dihindari. Baik deklarasi Istanbul maupun Astana tidak disebutkan oleh mitra Barat kami dalam diskusi tentang keamanan Eropa yang sedang berlangsung. Kami tidak dapat menerima ini," kata Lavrov.

Rusia Sebut Ukraina Kini Jadi Mainan NATO dan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia