logo


Cegah Eksodus Massal, Sekjen PBB Minta Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Afghanistan Ditingkatkan

Sekjen PBB khawatir krisis ekonomi yang semakin memburuk di Afghanistan dapat memicu gelombang pencari suaka

27 Januari 2022 19:16 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen PBB Antonio Guterres istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Rabu (26/1) mendesak negara-negara untuk mencairkan aset nasional Afghanistan serta meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi jutaan warga negara tersebut yang kini sedang menghadapi situasi krisis perekonomian ditengah bekunya musim dingin. Ia kahawatir jika krisis ekonomi yang buruk tersebut dapat memicu warga Afghanistan melakukan eksodus massal ke negara lain.

“Waktu adalah hal yang esensial,” kata Sekretaris Jenderal Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan.

“Tanpa tindakan, banyak nyawa akan hilang, dan keputusasaan serta ekstremisme akan tumbuh,” tambahnya.


Presiden Erdogan Minta Rusia Tak Invasi Ukraina

Sebelumnya, China dan Rusia mengulangi seruan mereka soal pencairan aset milik Afghanistan, sementara Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield mengatakan pemerintahan Joe Biden sedang memeriksa “berbagai opsi" untuk hal tersebut.

Dia mengatakan Amerika Serikat, yang mengumumkan kontribusi awal sebesar $308 juta dalam bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan pada 11 Januari, tetap menjadi penyedia bantuan terbesar bagi negara itu. Tetapi dia mengatakan bahwa “lebih banyak dukungan dari komunitas internasional akan diperlukan untuk memenuhi tingkat kebutuhan luar biasa yang dialami rakyat Afghanistan.”

Bantuan ekonomi internasional ke Afghanistan sudah terhenti sejak Agustus 2021 kemarin menyusul pengambil-alihan pemerintahan oleh kelompok Taliban dan keluarnya pasukan koalisi AS dari wilayah tersebut.

Komunitas internasional kemudian membekukan aset Afghanistan yang disimpan di luar negeri karena khawatir jika aset tersebut akan jatuh ke tangan Taliban, yang tidak mereka akui sebagai pemerintahan resmi Afghanistan.

 

Olimpiade Beijing Bisa Pengaruhi Rencana Invasi Rusia ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia