logo


Proses Hukum Haris Azhar dan Fatia Dinilai Ikuti Selera Luhut, Jubir: Tidak Ada Intervensi ke Polisi

Tim Advokasi Bersihkan Indonesia menilai proses hukum kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti mengikuti selera Luhut

27 Januari 2022 15:47 WIB

Jodi Mahardi
Jodi Mahardi maritim.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Advokasi Bersihkan Indonesia menilai proses hukum kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti mengikuti selera Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Jubir Luhut, Jodi Mahardi, membantah tudingan tersebut.

"Selera Pak Luhut di mananya? Tidak ada intervensi kok ke polisi. Pihak Pak Luhut hormati semua proses hukum yang ada. Ketika Pak Luhut ada di Indonesia selalu menyempatkan diri memenuhi panggilan polisi walaupun kita semua tahu kesibukannya. Yang terakhir, Pak Luhut juga hadir menyesuaikan dengan waktu yang ditawarkan salah satu terlapor," kata Jodi kepada wartawan, Kamis (27/1).

Jodi mengatakan bahwa Luhut pernah tidak bisa memenuhi panggilan polisi karena mengikuti rangkaian lawatan luar negeri Presiden Joko Widodo.


Soal Larangan ke Luar Negeri, Luhut Minta Masyarakat Ikuti Aturan Jika Masih Ingin Hidup

"Alasan yang sangat jelas, bukan cuma alasan lagi kerja. Memangnya di sini nggak ada kerjaan? Pak Luhut juga sibuk kali," ujar Jodi.

Menurutnya, polisi mendatangi Haris dan Fatia adalah hal yang wajar. Jodi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah memberikan kesempatan kepada Haris dan Fatia untuk minta maaf tapi tidak mau.

"Jadi kami menilai kalau polisi mendatangi mereka setelah berapa kali tidak hadir tanpa alasan yang kuat, itu wajar-wajar saja. Memang tugas mereka begitu. Sudah ditawarkan untuk minta maaf tidak mau, dilaporkan ke polisi ngeyel, lapor pula ke jaringan internasionalnya dan buat tagar macam-macam. Padahal katanya punya data siap buka-bukaan di pengadilan. Bingung juga kita maunya apa sih, he-he-he...," beber Jodi.

"Banyak juga yang komentar soal pembungkaman demokrasi dan HAM. Seharusnya mereka, termasuk Komnas HAM, tahu prinsip dasar sebagai pejuang HAM untuk berikan setiap manusia setiap hak yang Anda klaim untuk dirimu sendiri. Pasti mereka juga nggak mau kan difitnah? Apalagi di ruang publik," sambung Jodi.

Sebelumnya, Tim Advokasi Bersihkan Indonesia mengajukan surat permohonan rekomendasi agar mengehentikan penyelidikan terhadap Haris dan Fatia ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Kalau teman-teman mengikuti dari awal sampai sekarang, yang ada adalah mengikuti selera Pak Luhut Binsar Panjaitan, kalau dia katakan deadlock ya deadlock. Padahal nggak pernah ada mediasi," kata kuasa hukum Haris Azhar, Muhammad Al Ayyubi Harahap, di kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).

Faisal Basri Kritik Lubang Tambang Milik Luhut di Ibu Kota Baru, Jubir: Justru Dapat Peringkat Hijau

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata