logo


Hadapi Tekanan AS, Rusia Tingkatkan Kerja Sama Militer dengan Beberapa Negara Amerika Latin

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah mencapai kesepakatan dengan pemimpin negara Amerika Latin, diantaranya Kuba, Venezuela dan Nikaragua terkait peningkatan kerja sama militer

27 Januari 2022 13:15 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencapai kesepakatan dengan sejumlah pemimpin negara Amerika Latin seperti Kuba, Venezuela, dan Nikaragua untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk kerja sama militer. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov di hadapan anggota parlemen Rusia pada Rabu (26/1).

“Presiden Putin mengadakan percakapan telepon baru-baru ini dengan rekan-rekannya dari tiga pemerintah ini, dengan siapa kami sangat dekat dan bersahabat, dan mereka sepakat untuk mencari cara lebih lanjut untuk memperdalam kemitraan strategis kami di semua bidang, tanpa pengecualian,” kata Lavrov, mengutip laporan Russia Today.

Dia mencatat bahwa Rusia telah memiliki hubungan dekat dengan negara-negara ini di banyak bidang, “termasuk militer dan teknis militer.”


Kanselir Jerman Minta Rusia Ambil Langkah untuk Redakan Ketegangan di Perbatasan Ukraina

Saat ditanya tentang prospek peningkatan kerja sama militer dengan ketiga negara, Lavrov menjawab, “untuk waktu dekat, kami mengandalkan pertemuan rutin komite terkait.”

Awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Moskow Sergey Ryabkov juga mendapat pertanyaan tentang kemungkinan pengiriman pasukan ke Amerika Latin. Namun, dia menolak untuk mengkonfirmasi kemungkinan itu.

“Ini adalah gaya Amerika untuk memiliki beberapa pilihan untuk kebijakan luar negeri dan militernya,” katanya.

“Itulah landasan pengaruh kuat negara itu di dunia,” tambahnya.

“Presiden Rusia telah berbicara beberapa kali tentang tindakan apa yang bisa diambil, misalnya melibatkan Angkatan Laut Rusia, jika ada hal-hal yang memprovokasi Rusia, dan semakin meningkatkan tekanan militer terhadap kami oleh AS,” lanjutnya.

“Kami tidak menginginkan itu. Para diplomat harus mencapai kesepakatan,” tukasnya.

Kanada Segera Kirim Tambahan Personil Militer untuk Latih Tentara Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia