logo


Sebut Ukraina Dibanjiri Senjata AS dan NATO, Rusia Merasa Terancam

Perwakilan tentap Rusia untuk PBB mengatakan bahwa AS dan NATO sudah membanjiri Ukraina dengan senjata militer yang mana hal tersebut mengancam keamanan nasional Rusia

26 Januari 2022 14:30 WIB

Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan
Prajurit militer Ukraina berjalan di sebuah parit pertahanan di wilayah perbatasan Reuters

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Perwakilan tetap Rusia untuk PBB mengatakan bahwa Ukraina telah "dibanjiri" dengan senjata dari Amerika Serikat dan NATO, serta penasihat "yang tak terhitung jumlahnya" dari negara-negara Barat. Hal itu mereka sampaikan dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Menurut perwakilan Rusia di PBB, AS terus menerus "menumbuhkan sentimen anti-Rusia atau Russophobia di antara warganya dan negara-negara yang berpikiran sama". AS juga berbicara tentang akumulasi pasukan Rusia sebagai akar penyebab semua masalah. Namun, Washington lupa untuk mengklarifikasi bahwa aktivitas pasukan Rusia tersebut dilakukan di dalam wilayahnya sendiri, dan tidak mengancam negara lain.

“Ini berbeda dengan persenjataan Amerika dan NATO dan penasihat yang tak terhitung jumlahnya yang telah membanjiri Ukraina dan beberapa negara lain yang dekat dengan perbatasan Rusia. Juga tidak ada penjelasan untuk apa yang dilakukan angkatan laut Amerika, yang meningkatkan ketegangan di wilayah Laut Hitam, dekat pantai Rusia," lanjutnya.


Xi Jinping Janji Kirim Donasi hingga Setengah Miliar Dolar AS kepada Negara Asia Tengah

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengkonfirmasi pada hari sebelumnya bahwa tidak ada niat untuk mengerahkan pasukan Amerika atau NATO ke Ukraina.

Misi Rusia juga mengatakan dalam pernyataan bahwa AS mendukung militan di Idlib Suriah dan memperkuat posisi kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham*.

“Dengan dalih merawat warga Suriah yang ditahan secara paksa oleh Hayat Tahrir al-Sham di Idlib sebagai perisai manusia, diplomasi Amerika, dengan mengorbankan pembayar pajaknya, sebenarnya mendukung para militan,” katanya.

"Dengan memperkuat posisi Hayat Tahrir al-Sham, Washington menembak dirinya sendiri, menyatakan komitmennya terhadap integritas teritorial Republik Arab Suriah," tukasnya.

Nggak Niat Kirim Pasukan Tempur, Presiden AS Bilang Perang Ukraina-Rusia Sebabkan Konsekuensi Besar bagi Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia